Kapolda Sumsel Perkuat Sinergi dengan FKUB, MUI, dan LDII untuk Jaga Kamtibmas
Kapolda Sumsel Sinergi dengan Ormas Agama Jaga Kamtibmas

Kapolda Sumsel Perkuat Kolaborasi dengan Ormas Keagamaan untuk Keamanan Masyarakat

Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel), Irjen Sandi Nugroho, menerima kunjungan silaturahmi dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Pertemuan ini digelar di Ruang Delegasi Lantai 2 Gedung Presisi Mapolda Sumsel pada Jumat (20/2/2026), dengan tujuan memperkuat kerja sama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Sumsel.

Apresiasi Keterbukaan Kapolda dan Tantangan Kerukunan

Ketua FKUB Sumsel, Syarnubi Soman, mengapresiasi keterbukaan Kapolda dalam membangun komunikasi lintas agama. Ia menyatakan bahwa kondisi kerukunan umat beragama di Sumsel secara umum berjalan kondusif dan harmonis. Namun, terdapat dinamika internal yang perlu perhatian, khususnya dalam penyiaran dakwah di ruang publik dan media sosial, agar tidak menimbulkan kegaduhan.

FKUB juga menyoroti persoalan pendirian rumah ibadah di beberapa kabupaten dan kota. Meskipun secara administratif telah memenuhi ketentuan, proses perizinannya masih tertunda. Syarnubi berharap ada dukungan pengamanan dan mediasi dari kepolisian agar proses ini dapat berjalan sesuai peraturan melalui musyawarah yang bijak.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dakwah Menyejukkan dan Sinergi Ulama-Umara

Ketua Umum MUI Sumsel, Aflatun Muchtar, menekankan pentingnya dakwah yang menyejukkan dalam menjaga stabilitas daerah. Ia mendorong dakwah yang tidak provokatif sebagai upaya menjaga ukhuwah dan persatuan umat. Perbedaan pandangan keagamaan, menurutnya, adalah keniscayaan, tetapi tidak boleh berkembang menjadi konflik horizontal yang mengganggu kamtibmas.

Aflatun juga menekankan bahwa sinergi antara ulama dan umara, khususnya bersama kepolisian, menjadi fondasi penting dalam menjaga Sumatera Selatan tetap aman dan damai. Kolaborasi ini dianggap kunci untuk mencegah potensi gangguan keamanan.

Komitmen LDII dalam Pembangunan dan Kolaborasi

Sementara itu, Ketua DPW LDII Sumsel, Rahmatullah, menyatakan kesiapan organisasinya untuk terus berkolaborasi dalam menjaga ketertiban masyarakat. LDII berkomitmen berkontribusi melalui delapan klaster pengabdian, termasuk dakwah, pendidikan, wawasan kebangsaan, pembinaan generasi muda, dan literasi media sosial.

Rahmatullah menambahkan bahwa LDII siap bekerja sama dengan kepolisian dalam membangun narasi dakwah yang kondusif dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat. Ini diharapkan dapat mendukung upaya menjaga stabilitas kamtibmas secara lebih efektif.

Respon Kapolda: Netralitas dan Pendekatan Humanis

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Irjen Sandi Nugroho menyatakan bahwa Polri siap hadir sebagai bagian dari masyarakat dengan prinsip netralitas dan pendekatan humanis dalam menjaga stabilitas keamanan. Ia menegaskan bahwa kolaborasi dan komunikasi yang baik antara kepolisian dan tokoh agama menjadi kunci utama dalam menjaga kamtibmas.

Kapolda juga menekankan bahwa Mapolda Sumsel terbuka sebagai ruang bersama untuk merawat persatuan dan menjaga Sumatera Selatan tetap aman dan damai. Dengan sinergi ini, diharapkan isu-isu seperti dakwah di media sosial dan pendirian rumah ibadah dapat ditangani secara komprehensif dan damai.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga