Polisi Amankan 6 Pelaku Pengeroyokan Viral Pelajar SMK di Bogor
Polisi Amankan 6 Pelaku Pengeroyokan Pelajar SMK Bogor

Polisi bergerak cepat menelusuri kejadian viral pengeroyokan terhadap sesama pelajar SMK di Baranangsiang, Kota Bogor. Enam pelaku berhasil diamankan oleh pihak kepolisian.

Kronologi Penangkapan

Kapolsek Bogor Timur AKP Asep Sundana menyatakan bahwa para pelaku pengeroyokan sudah diamankan dan saat ini ditangani oleh unit PPA Sat Reskrim Polresta Bogor Kota. Pernyataan ini disampaikan pada Kamis, 4 Juni 2026.

Menurut Asep, terdapat tujuh pelajar termasuk korban yang terekam dalam video viral tersebut. Mereka berasal dari dua SMK di Kota Bogor dan saling mengenal. "Jadi di dalam video itu ada tujuh orang, salah satunya korban. Pelaku dari SMK yang berbeda, tapi ada satu yang dari SMK yang sama dengan korban," jelas Asep.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Penemuan Seragam di TKP

Sebelumnya, seorang pelajar dikeroyok hingga diinjak-injak bergantian oleh sesama pelajar di Bogor Timur, Kota Bogor. Polisi yang mendatangi lokasi menemukan baju seragam sekolah yang diduga milik korban. "Kita sudah ke lokasi. Itu kejadiannya siang di Ciheulet, di kawasan permukiman warga. Nah, di situ ada tertinggal baju seragamnya, diduga punya korban," kata Asep sebelumnya.

Namun, setelah penelusuran lebih lanjut, seragam tersebut bukan milik korban maupun pelaku. "Soal baju seragam, ternyata setelah ditelusuri itu baju itu cuma diletakkan saja, bukan punya korban atau pun pelaku. Iya, korban dan pelaku saling kenal," sambungnya.

Proses Penyelidikan

Polisi saat ini terus mendalami kasus ini. Dari hasil penelusuran awal, seragam yang ditemukan di lokasi merupakan milik salah satu sekolah di Caringin, Kabupaten Bogor. Namun, setelah ditelusuri, seragam tersebut bukan milik korban maupun pelaku.

Kasus pengeroyokan ini menjadi perhatian publik setelah video aksi tersebut viral di media sosial. Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan tindakan main hakim sendiri dan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak berwenang.

Dengan diamankannya enam pelaku, polisi berharap kasus ini dapat segera terungkap dan memberikan efek jera bagi para pelaku. Korban juga diharapkan mendapatkan pendampingan psikologis untuk memulihkan trauma yang dialami.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga