Polisi Selidiki Video Viral Dugaan Prostitusi Anak di Mangga Besar, Bukan Lokasari
Polisi Selidiki Video Viral Prostitusi Anak di Mangga Besar

Polisi masih menyelidiki video viral dugaan prostitusi anak yang disebut terjadi di kawasan Lokasari, Jakarta Barat. Kapolsek Metro Tamansari, Kompol Bobby Mochammad Zulfikar, memberikan klarifikasi terkait lokasi kejadian yang sebenarnya.

Klarifikasi Lokasi

Bobby menegaskan bahwa lokasi dalam video tersebut bukan di Lokasari, melainkan di wilayah Mangga Besar. "Itu sebenarnya bukan wilayah Lokasari pada dasarnya, itu wilayah Mangga Besar. Kalau Lokasari ada tempatnya kan," ujarnya kepada wartawan pada Selasa, 26 Mei 2026.

Ia menjelaskan bahwa video yang beredar merupakan video baru, berbeda dengan video lama yang sebelumnya telah dikonfirmasi tidak terbukti. "Yang beberapa minggu kemarin, itu ada video yang lama itu sudah dikonfirmasi bahwa hal tersebut tidak terbukti. Video yang baru, masih dalam proses lidik. Masih dalam tahap pendalaman, tahap penyelidikan," kata Bobby.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pengecekan di Lokasi

Setelah video baru ramai diperbincangkan, polisi melakukan pengecekan langsung ke lokasi. Hasilnya, RT, RW, dan pengelola Lokasari menyatakan tidak ada praktik prostitusi seperti yang ditudingkan. "Kami sudah mendapatkan statement dari RT RW dan pengelola Lokasari, bahwa di situ tidak terjadi hal yang seperti itu," tegas Bobby.

Meski demikian, pihak kepolisian belum menutup penyelidikan. "Lokasarinya tidak ada, tapi kami masih melakukan pendalaman, sesuai video tersebut," tandasnya.

Kronologi Video Viral

Video berdurasi 2 menit 20 detik tersebut diunggah oleh akun X @hunter_tnok. Dalam video, terlihat seorang diduga mucikari berusaha merayu wisatawan asal Jepang untuk menggunakan jasa kencan yang ditawarkan. Bahkan, mucikari tersebut mengajak wisatawan ke sebuah rumah toko bertingkat yang diduga menjadi lokasi praktik prostitusi. Saat pintu salah satu kamar dibuka, terlihat ada perempuan yang disebut masih berusia 15 dan 17 tahun.

Video ini sontak menjadi viral dan memicu kecaman dari berbagai pihak, termasuk Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang mendesak polisi bergerak cepat mengusut kasus ini.

Komitmen Polisi

Polisi berkomitmen untuk terus mendalami kasus ini meskipun lokasi yang disebut dalam video telah diklarifikasi. Penyelidikan dilakukan untuk memastikan kebenaran informasi dan menindak tegas jika terbukti ada pelanggaran hukum, terutama yang melibatkan anak di bawah umur.

Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi dan melaporkan ke pihak berwajib jika menemukan indikasi tindak pidana serupa.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga