Mabes Polri Kerahkan 148 Personel Gabungan ke Papua Tengah untuk Penguatan Harkamtibmas
Polri Kerahkan 148 Personel Gabungan ke Papua Tengah

Mabes Polri Kerahkan 148 Personel Gabungan ke Papua Tengah untuk Penguatan Harkamtibmas

Jakarta - Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) telah mengirimkan sebanyak 148 personel gabungan ke Provinsi Papua Tengah. Penugasan ini dilakukan dalam rangka penguatan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, yang dikenal sebagai Harkamtibmas. Tujuan utama dari langkah ini adalah untuk memastikan stabilitas wilayah tetap terjaga secara optimal, terutama di daerah-daerah yang membutuhkan perhatian khusus.

Wakapolri Tinjau Langsung Kesiapan Personel

Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri), Irjen Dedi Prasetyo, meninjau langsung kesiapan personel tersebut dalam sebuah apel yang digelar di Markas Komando Brimob (Mako Brimob). Apel ini berlangsung pada Sabtu, 4 April 2026, tepat pukul 12.00 WIB. Dalam pengecekan tersebut, Wakapolri memastikan bahwa setiap personel telah siap secara fisik dan mental, serta dilengkapi dengan peralatan pendukung yang memadai sebelum mereka bertolak ke lokasi penugasan di Papua Tengah.

Rincian Personel Gabungan yang Dikirim

Adapun rincian dari 148 personel gabungan yang dikirimkan khusus ke wilayah Papua Tengah terdiri dari berbagai satuan kepolisian, yaitu:

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram
  • 100 Personel dari Brimob (Brigade Mobil)
  • 20 Personel dari Bareskrim (Badan Reserse Kriminal)
  • 14 Personel dari Divpropam (Divisi Profesi dan Pengamanan)
  • 10 Personel dari BIK (Badan Intelijen Keamanan)
  • 4 Personel dari Itwasum (Inspektorat Pengawasan Umum)

Seluruh personel ini dijadwalkan untuk berangkat menuju Nabire, Papua Tengah, pada Minggu, 5 April 2026, dini hari pukul 01.00 WIB. Perjalanan ini menandai dimulainya operasi penguatan keamanan di wilayah tersebut.

Langkah Antisipatif untuk Penegakan Hukum

Penugasan personel lintas fungsi ini merupakan langkah antisipatif yang diambil oleh Polri untuk mendukung penegakan hukum dan fungsi pengawasan di lapangan. Dengan mengerahkan personel dari berbagai satuan, diharapkan dapat tercipta sinergi yang kuat dalam menjaga ketertiban. Fokus utama dari penguatan ini akan diarahkan ke sejumlah titik strategis di wilayah hukum Papua Tengah, termasuk Kabupaten Dogiyai dan Nabire. Tujuannya adalah untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat setempat, serta mencegah potensi gangguan keamanan yang mungkin terjadi.

Langkah ini menunjukkan komitmen Polri dalam menjaga stabilitas nasional, terutama di daerah-daerah yang memerlukan perhatian lebih intensif. Dengan personel gabungan yang terlatih dan dilengkapi secara memadai, diharapkan operasi ini dapat berjalan lancar dan mencapai tujuan yang diharapkan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga