Polri Tegaskan Rekrutmen Akpol Hanya Jalur Reguler, Tanpa Kuota Khusus
Polri Tegaskan Rekrutmen Akpol Hanya Jalur Reguler

Polri Tegaskan Rekrutmen Akpol Hanya Jalur Reguler, Tanpa Kuota Khusus

Polri telah menegaskan dengan tegas bahwa proses rekrutmen untuk Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian atau Akpol hanya dilakukan melalui satu jalur, yaitu jalur reguler. Pernyataan ini disampaikan untuk memastikan tidak ada kuota khusus dalam bentuk apa pun yang diberikan kepada pihak manapun.

Prinsip Rekrutmen yang Bersih dan Transparan

Kadiv Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir, menyampaikan bahwa rekrutmen terpadu Polri tahun 2026 tetap mengedepankan prinsip-prinsip yang bersih, transparan, akuntabel, dan humanis. Hal ini sejalan dengan arahan langsung dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Bersih artinya proses seleksi dilakukan secara objektif, jujur, adil, dan bebas dari praktik korupsi, kolusi, serta nepotisme. Transparan berarti proses ini terbuka dan melibatkan pengawasan baik dari internal maupun eksternal Polri. Sementara itu, akuntabel mengindikasikan bahwa seluruh proses dan hasil penerimaan anggota Polri dapat dipertanggungjawabkan dengan baik.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Johnny menambahkan bahwa setiap tahapan seleksi juga dilaksanakan dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia serta sikap yang ramah kepada semua peserta. Ini menunjukkan komitmen Polri dalam menciptakan lingkungan rekrutmen yang adil dan menghormati setiap individu.

Peringatan Terhadap Penipuan dan Jalur Khusus

Secara khusus, Johnny menegaskan bahwa penerimaan Taruna-Taruni Akpol tidak menyediakan jalur khusus di luar mekanisme resmi yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya pada pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan melalui jalur tertentu, terutama jika disertai dengan imbalan uang atau bentuk lainnya.

"Jika ada pihak-pihak yang mengiming-imingi atau memberi janji bahwa peserta bisa diterima melalui kuota khusus, jangan ditanggapi, abaikan saja," ucap Johnny dengan tegas. Pernyataan ini bertujuan untuk mencegah praktik penipuan yang dapat merugikan calon peserta dan merusak integritas proses rekrutmen.

Mekanisme Pelaporan dan Pengaduan

Bagi masyarakat yang sudah terlanjur menanggapi atau menjadi korban potensi penipuan, Johnny meminta untuk segera melaporkannya ke kantor polisi terdekat. Polri juga telah membuka saluran pengaduan bagi masyarakat yang menemukan praktik kecurangan dalam proses rekrutmen.

Saluran pengaduan ini dapat diakses melalui beberapa cara, antara lain:

  • Divisi Propam Polri
  • Hotline rekrutmen pada nomor 08211685877
  • Laporan resmi ke Bareskrim
  • Pengaduan melalui QR code Propam Polri

Dengan adanya mekanisme ini, Polri berharap dapat menciptakan sistem yang lebih aman dan terpercaya bagi semua pihak yang terlibat.

Data Rekrutmen dan Proyeksi Masa Depan

Sebagai informasi, Rekrutmen Akpol 2026 saat ini masih berlangsung dan telah memasuki tahap seleksi lanjutan setelah pendaftaran online ditutup. Johnny memaparkan bahwa jumlah pendaftar Taruna-Taruni Akpol tahun 2024 mencapai 7.988 orang secara online.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.432 peserta telah lulus verifikasi dan berhak mengikuti tahapan seleksi berikutnya. Proses rekrutmen ini dinilai sangat penting karena menjadi bagian dari penyiapan calon pimpinan Polri di masa depan.

"Rekrutmen ini diproyeksikan akan menjadi pimpinan Polri dalam 25-30 tahun ke depan menghadapi tantangan tugas. Oleh karena itu, proses rekrutmen yang sekarang melalui satu jalur yaitu jalur reguler," ucap Johnny. Pernyataan ini menegaskan komitmen Polri dalam membangun kepemimpinan yang kuat dan berintegritas untuk menghadapi tantangan di masa mendatang.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga