Proyek pembangunan lapangan multifungsi di Manggarai, Jakarta Selatan, dihentikan sementara oleh kepolisian setelah seorang bocah berinisial I (4) meninggal dunia akibat terperosok ke dalam lubang proyek pada Sabtu (27/6/2026) malam. Lurah Manggarai M Arafat Dinsirat mengonfirmasi penghentian proyek tersebut pada Rabu (1/7/2026).
Kronologi Kejadian dan Evakuasi
Bocah malang itu terperosok ke lubang sedalam beberapa meter yang merupakan bagian dari konstruksi proyek. Lubang tersebut dibuat untuk pemasangan tiang penyangga bangunan lapangan. Proses evakuasi berlangsung berjam-jam dan melibatkan warga serta petugas. Menurut Arafat, area proyek sebenarnya telah ditutup pagar seng, namun pagar sempat dibuka sebagian oleh warga yang berniat menolong korban. "Itu karena kejadian malam itu warga mencoba masuk mungkin dalam konteks menolong, kemudian membongkar seng itu. Setelah kejadian itu tidak dibereskan lagi karena sudah ada police line dari kepolisian," jelas Arafat.
Tujuan Proyek dan Target Penyelesaian
Proyek lapangan multifungsi ini merupakan program CSR yang bertujuan menyediakan sarana olahraga bagi pemuda setempat, khususnya untuk mencegah tawuran. "Iya betul, itu proyek CSR yang memang nantinya pembuatan lapangan multifungsi. Salah satunya adalah ada lapangan futsal di situ, untuk mengakomodir anak-anak Manggarai supaya ada kegiatan olahraga," ujar Arafat. Proyek mulai dikerjakan pada 25 Juni 2026 dan ditargetkan rampung pada Agustus 2026. Namun, setelah insiden tersebut, proyek dihentikan sementara.
Penyelidikan Polisi
Polisi kini menyelidiki kasus ini untuk menentukan ada tidaknya kelalaian. Arafat menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian. "Terkait kelalaian di sisi mana nanti biar ada penyelidikan dari kepolisian. Karena kalau kami sampaikan nanti malah jadi cerita yang berbeda," tuturnya. Pihak keluarga korban juga telah diberikan kesempatan untuk menempuh jalur hukum sesuai pernyataan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.



