Viral Video Pria Diculik dan Diperas di Bekasi oleh Komplotan yang Mengaku Aparat
Polisi tengah menyelidiki dugaan kasus penculikan dan pemerasan yang menimpa seorang pria berinisial AA di Bekasi. Insiden ini viral di media sosial setelah sebuah video beredar, memperlihatkan korban dalam kondisi lemah dan diduga menjadi korban kejahatan oleh komplotan yang mengaku sebagai anggota aparat kepolisian.
Modus Operandi Pelaku yang Kejam
Dalam narasi yang beredar, korban diduga diculik secara paksa oleh empat pelaku. Mereka menodong dan melakban korban sebelum menguras uangnya hingga mencapai Rp 12 juta. Setelah itu, korban dibuang di kawasan Grand Wisata, Bekasi, dan ditemukan oleh petugas keamanan setempat dalam keadaan sesak napas.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, mengonfirmasi bahwa penyelidikan masih berlangsung. "Ini didalami oleh Ditreskrimum dan dari Satreskrim Polres Metro Bekasi Kabupaten. Ada dugaan orang diculik dimintain duit, nah ini masih didalami," ujarnya kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Rabu (1/4/2026).
Kendala dalam Proses Penyidikan
Budi mengaku bahwa penyelidikan menghadapi kendala, terutama karena kondisi korban yang masih trauma. Keterangan dari korban sangat dibutuhkan untuk mengungkap ciri-ciri pelaku. "Memang ada beberapa hambatan bagi kita terkait tentang karena korban ini kan masih dalam kondisi trauma. Nah, kita kan yang paling utama adalah memulihkan, yang kedua adalah informasi yang valid dari orang yang menjadi korban tersebut," jelasnya.
Dia menambahkan, "Jadi dia kan bisa mendeskripsikan terkait ciri-ciri orang yang mengamankan dia, orang yang mengajak dia bicara. Nah, ini yang kita minta, kita tunggu."
Verifikasi Kerugian Korban
Terkait jumlah kerugian, Budi menyebutkan informasi awal sekitar Rp 12 juta. Namun, angka ini masih perlu diverifikasi melalui data perbankan. "Itu yang kami sampaikan. Memang informasi awal ada sekitar Rp 12 juta kalau enggak salah, tapi kan kita harus lihat benar enggak ada transaksi di perbankan terkait hal itu. Nah kan rekening milik korban, kita kan tidak bisa meminta secara sendiri ke perbankan," tandasnya.
Kasus ini menimbulkan kekhawatiran di masyarakat, terutama terkait keamanan dan modus kejahatan yang mengatasnamakan aparat. Polisi berjanji akan terus mendalami penyelidikan untuk mengungkap kebenaran dan menindak tegas para pelaku.



