Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo memimpin upacara ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata, Jakarta Selatan, menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Upacara dihadiri para Pejabat Utama Mabes Polri, diawali dengan penghormatan kepada arwah pahlawan, mengheningkan cipta, peletakan karangan bunga, pembacaan doa, serta tabur bunga di pusara para pahlawan bangsa.
Ziarah Serentak di Berbagai Lokasi
Secara bersamaan, jajaran Polri melaksanakan ziarah di berbagai lokasi bersejarah. Di TPU Tanah Kusir, dilakukan ziarah ke makam Jenderal Polisi Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo, Kapolri pertama yang meletakkan fondasi Kepolisian Negara Republik Indonesia, serta makam Presiden ke-3 RI B.J. Habibie, negarawan dan ilmuwan yang menginspirasi bangsa. Sementara itu, di TPBU Giritama, Tonjong, Bogor, Irwasum Polri Komjen Wahyu Widada memimpin ziarah dan tabur bunga di makam Jenderal Polisi (Purn.) Hoegeng Iman Santoso, simbol integritas dan keteladanan moral dalam sejarah Polri.
Penghormatan kepada Pendahulu Polri
Penghormatan juga diberikan kepada para pendahulu Polri lainnya, termasuk Jenderal (Purn.) Kunarto, Jenderal (Purn.) Dibyo Widodo, Jenderal (Purn.) Awaloedin Djamin, Jenderal (Purn.) R. Soetjipto Danoekoesoemo, Jenderal (Purn.) Widodo Budidarmo, Jenderal (Purn.) M. Hasan, Jenderal (Purn.) Anton Soedjarwo, serta Komisaris Jenderal (Purn.) Mochammad Yasin, Kapolri pertama pascaproklamasi yang berperan mempertahankan eksistensi Polri pada masa awal kemerdekaan.
Ziarah Laut di Teluk Jakarta
Selain ziarah di daratan, Polri melaksanakan ziarah laut dan pelarungan karangan bunga di perairan Teluk Jakarta yang dipimpin oleh Kabaharkam Polri. Kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan kepada para pahlawan dan pejuang bahari yang gugur menjaga kedaulatan perairan Indonesia. Pelarungan bunga menjadi simbol doa dan penghormatan bagi mereka yang jasanya tetap hidup meskipun tempat peristirahatan terakhirnya tidak diketahui.
Makna Ziarah Menurut Wakapolri
Wakapolri mengatakan rangkaian ziarah dan tabur bunga yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia merupakan momentum untuk memperkuat jati diri, karakter, dan nilai-nilai pengabdian yang menjadi fondasi Polri. "Ketika kita berdiri di tempat peristirahatan terakhir para pahlawan bangsa, negarawan, dan para pendahulu Polri, sesungguhnya kita sedang belajar tentang arti pengorbanan, integritas, dan pengabdian yang tulus kepada negara," kata Dedi kepada wartawan, Rabu (24/6/2026).
"Dari Jenderal Polisi Raden Said Soekanto kita belajar tentang kepeloporan dan pengabdian dalam membangun Kepolisian Republik Indonesia, dari B.J. Habibie kita belajar tentang visi dan karya untuk Indonesia, dari Jenderal Hoegeng kita belajar keteladanan moral, dan dari para pendahulu Polri lainnya kita mewarisi semangat pengabdian yang menjadi fondasi institusi ini hingga hari ini," tambahnya.
Tradisi Seremonial Bermakna Mendalam
Menurutnya, ziarah dan tabur bunga bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan sarana merawat memori kolektif bangsa bahwa kemerdekaan, keamanan, dan keutuhan negara dibangun melalui perjuangan dan pengorbanan. "Tabur bunga adalah simbol penghormatan, tetapi makna yang lebih dalam adalah melanjutkan nilai perjuangan mereka. Kita datang membawa doa, namun pulang membawa tanggung jawab untuk meneruskan pengabdian. Semangat para pahlawan dan pendahulu Polri harus hidup dalam integritas, profesionalisme, keberanian, serta pelayanan terbaik kepada masyarakat," tutur Dedi.
Penghormatan Tanpa Batas di Lautan
Terkait pelarungan bunga di Teluk Jakarta, Wakapolri menegaskan bahwa laut yang luas menjadi simbol pengabdian tanpa batas para pejuang bangsa. Penghormatan di perairan merupakan pengingat bahwa jasa para pahlawan bahari akan terus dikenang dan diwariskan kepada generasi penerus. "Baik di daratan maupun di lautan, seluruh rangkaian ziarah hari ini mengajarkan satu hal yang sama, bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa para pahlawannya. Menjelang Hari Bhayangkara ke-80, Polri meneguhkan komitmen untuk meneruskan nilai perjuangan, menjaga kepercayaan masyarakat, dan mengabdikan diri sepenuhnya kepada bangsa dan negara," ujarnya.
Melalui rangkaian ziarah nasional ini, Polri meneguhkan komitmennya untuk menjaga amanah para pendahulu, memperkuat kepercayaan masyarakat, serta menghadirkan pengabdian yang semakin profesional, modern, dan humanis bagi Indonesia.



