Hakim Sidang Kasus Chromebook Pertimbangkan Alih Status Tahanan Nadiem Makarim
Majelis hakim yang menangani sidang dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) sedang mempertimbangkan permohonan untuk mengalihkan status tahanan dari terdakwa mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim. Pertimbangan ini muncul setelah kubu pembela Nadiem secara resmi mengajukan permohonan penangguhan atau pengalihan status tahanan klien mereka.
Permohonan Sedang Dipelajari Secara Mendalam
Hakim Ketua Purwanto S Abdullah menjelaskan bahwa majelis hakim telah melakukan diskusi internal dan kini tengah mempelajari secara seksama permohonan yang diajukan oleh tim pengacara Nadiem. "Tadi yang saudara advokat atau terdakwa ajukan, permohonan penangguhan atau pengalihan ya. Majelis hakim sudah berdiskusi ya, dan mempelajari permohonan saudara," ujar Purwanto usai sidang yang digelar pada Senin, 6 April 2026 di Jakarta.
Purwanto menegaskan bahwa jika permohonan tersebut dikabulkan, maka akan ada sejumlah syarat ketat yang harus dipenuhi oleh Nadiem Makarim. Syarat-syarat ini dirancang untuk memastikan bahwa proses hukum tetap berjalan lancar sambil mempertimbangkan kondisi kesehatan terdakwa.
Syarat Ketat Jika Permohonan Dikabulkan
Majelis hakim merinci beberapa persyaratan utama yang akan diberlakukan, antara lain:
- Pembatasan wilayah: Nadiem tidak diperbolehkan meninggalkan tempat yang ditentukan, baik itu dalam bentuk tahanan rumah maupun tahanan kota, kecuali untuk kepentingan kesehatan yang mendesak.
- Pemasangan alat pemantau elektronik: Terdakwa harus bersedia dipasangi alat pelacak elektronik untuk memantau pergerakannya secara real-time.
- Penyerahan paspor: Nadiem diwajibkan menyerahkan paspornya kepada penuntut umum untuk mencegah upaya melarikan diri ke luar negeri.
- Kewajiban lapor: Terdakwa harus rutin melapor kepada penuntut umum sesuai jadwal yang ditetapkan.
Larangan Komunikasi dan Pernyataan Publik
Selain syarat-syarat administratif tersebut, hakim juga mengeluarkan larangan tegas bagi Nadiem untuk berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait kasus ini. "Juga tidak menghubungi atau menemui atau berkomunikasi dengan saksi-saksi ataupun terdakwa lainnya atau yang berpotensi untuk menjadi tersangka misalnya ya," tegas Purwanto.
Larangan lainnya adalah tidak memberikan pernyataan, wawancara, atau keterangan apapun kepada media di luar proses persidangan. Aturan ini dimaksudkan untuk menjaga objektivitas proses hukum dan mencegah intervensi opini publik.
Komitmen Nadiem untuk Memenuhi Semua Syarat
Usai sidang, Nadiem Makarim menyatakan komitmen penuhnya untuk mematuhi semua persyaratan yang diajukan oleh majelis hakim. "Ya saya pasti komit dengan semua permintaan tadi, pasti akan kami setujui," kata mantan menteri tersebut.
Nadiem juga mengungkapkan harapannya agar permohonan ini dikabulkan sehingga dia dapat fokus pada pemulihan kesehatannya tanpa mengganggu jalannya persidangan. "Insyaallah semoga bisa dikabulkan ya. Biar bisa sembuh tanpa mengganggu proses persidangan dan saya operasi tanpa kehilangan waktu di persidangan. Itu goal-nya," tambahnya dengan penuh harap.
Sidang kasus korupsi pengadaan Chromebook ini terus menjadi sorotan publik mengingat posisi Nadiem sebagai mantan pejabat tinggi di bidang pendidikan. Proses hukum diharapkan dapat berjalan transparan dan adil dengan tetap mempertimbangkan aspek kemanusiaan bagi terdakwa.



