Rey Pelaku Nikah Sesama Wanita di Malang Bantah Janjikan Rumah dan Mobil Mewah ke Eks Istri
Erfastino Reynaldi (36) alias Rey Malawat alias Yupi Rere, terlapor dalam kasus pernikahan sesama perempuan di Kota Malang, akhirnya muncul memberikan klarifikasi. Perempuan berusia 36 tahun itu dengan tegas membantah semua tuduhan yang dilontarkan oleh Intan Anggraeni (28), mantan istrinya, termasuk janji membelikan rumah dan mobil mewah.
Bantahan Terhadap Tuduhan Janji Materi
Dalam pernyataannya yang dilansir dari sumber media lokal, Rey menyatakan, "Saya tidak pernah menjanjikan mobil atau rumah mewah kepada Intan." Ia menegaskan bahwa tuduhan tersebut sama sekali tidak benar dan tidak memiliki dasar fakta yang kuat.
Meskipun membantah janji-janji materi tersebut, Rey justru mengaku bahwa selama ini dirinya banyak membantu finansial Intan dan keluarganya. Bantuan yang diberikan mencakup:
- Kebutuhan sehari-hari untuk Intan
- Pelunasan utang yang dimiliki oleh Intan
- Dukungan finansial lainnya yang diperlukan
Penyangkalan Tuduhan Kekerasan dan Rencana ke Luar Negeri
Rey juga dengan keras membantah tudingan dari Intan yang menyebutkan bahwa ia hendak membunuh mantan istrinya tersebut. Tudingan ini muncul setelah Intan mengetahui identitas asli Rey sebagai seorang perempuan. "Saya tidak pernah mengintimidasi atau mengancam, apalagi berniat membunuh," tegas Rey dalam klarifikasinya.
Selain itu, Rey menyangkal adanya rencana untuk mengajak Intan ke luar negeri, khususnya ke Kamboja. Ia menjelaskan bahwa yang sebenarnya terjadi adalah rencana perjalanan ke Yogyakarta untuk keperluan terapi pengobatan. "Rencananya ke Jogja untuk terapi, karena dia sempat mengalami cedera kaki akibat dugaan kekerasan di hubungan sebelumnya. Tidak ada rencana ke Kamboja," paparnya secara rinci.
Latar Belakang Kasus dan Implikasinya
Kasus ini mencuat setelah Intan Anggraeni melaporkan Rey atas tuduhan penipuan dan pemalsuan identitas dalam pernikahan mereka. Pernikahan sesama jenis ini telah menarik perhatian publik dan memicu berbagai spekulasi. Rey, yang sebelumnya dikenal dengan beberapa alias, kini harus berhadapan dengan proses hukum yang sedang berjalan.
Klarifikasi dari Rey ini diharapkan dapat memberikan perspektif baru dalam kasus yang kompleks ini. Namun, pihak berwajib masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap kebenaran di balik semua tuduhan yang ada. Masyarakat pun diimbau untuk tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum semua fakta terungkap secara lengkap dan transparan.



