Viral Video Ganjar Pranowo Dukung Dana Pensiunan, Ternyata Hasil Rekayasa AI
Sebuah video yang beredar di media sosial mengeklaim mantan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mendukung program dana bantuan untuk para pensiunan yang telah mengabdi bagi negara. Narasi ini disebarkan melalui unggahan di platform Facebook pada awal Juni 2026. Unggahan tersebut juga menyertakan nomor kontak yang dapat dihubungi untuk mendapatkan bantuan tersebut.
Namun, setelah dilakukan penelusuran oleh Tim Cek Fakta Kompas.com, video tersebut terbukti merupakan hasil manipulasi kecerdasan buatan (AI). Narasi tentang pemberian dana pensiunan juga terindikasi sebagai modus penipuan yang bertujuan untuk menjerat korban.
Penelusuran Tim Cek Fakta: Video Ganjar Bukan Asli
Tim Cek Fakta Kompas.com menemukan bahwa video yang beredar tidak autentik. Dengan menggunakan teknik analisis forensik digital, tim mengidentifikasi sejumlah kejanggalan visual dan audio yang menjadi ciri khas konten hasil rekayasa AI. Misalnya, gerakan bibir Ganjar Pranowo tidak sinkron dengan suara yang diucapkan, serta terdapat artefak pada gambar yang tidak lazim pada video asli.
Selain itu, tidak ada pernyataan resmi dari Ganjar Pranowo atau timnya yang mendukung program dana pensiunan sebagaimana diklaim dalam video tersebut. Pihak Ganjar Pranowo juga belum memberikan tanggapan resmi terkait beredarnya video manipulatif ini.
Modus Penipuan Berkedok Bantuan Sosial
Lebih lanjut, Tim Cek Fakta Kompas.com mengingatkan bahwa narasi yang disertai nomor kontak untuk mendapatkan bantuan merupakan modus penipuan yang umum. Pelaku biasanya meminta data pribadi atau sejumlah uang sebagai biaya administrasi sebelum korban menerima bantuan fiktif. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya dengan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu melakukan verifikasi terhadap informasi yang diterima, terutama yang menawarkan bantuan finansial. Jangan pernah memberikan data pribadi atau mentransfer uang kepada pihak yang tidak dikenal,” ujar juru bicara Tim Cek Fakta Kompas.com, dalam keterangan resmi yang dikutip pada Senin (10/6/2026).
Dampak dan Imbauan untuk Masyarakat
Penyebaran video hoaks ini berpotensi merugikan masyarakat, terutama para pensiunan yang rentan menjadi sasaran penipuan. Oleh karena itu, penting bagi publik untuk lebih kritis dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial. Selalu periksa sumber berita dan bandingkan dengan informasi dari kanal resmi.
Tim Cek Fakta Kompas.com terus berupaya memberantas penyebaran disinformasi dengan melakukan verifikasi terhadap konten viral. Masyarakat dapat melaporkan informasi mencurigakan melalui saluran yang disediakan oleh platform media sosial atau langsung ke tim cek fakta.



