Pria di Samarinda Tikam Teman Pakai Sangkur karena Sindiran Bau Kentut
Samarinda: Tikam Teman Pakai Sangkur karena Sindiran Bau Kentut

Polisi menangkap seorang pria berinisial MD (26) di Samarinda, Kalimantan Timur, karena menikam mantan rekan kerjanya, MT, menggunakan sangkur. Penikaman terjadi di Jalan Teuku Umar, Kecamatan Sungai Kunjang, pada Rabu (1/7/2026) pukul 16.57 Wita. Motif penyerangan dipicu dendam lama akibat sindiran soal bau kentut yang terjadi sekitar enam bulan sebelumnya saat keduanya masih bekerja di perusahaan yang sama.

Dendam Berawal dari Sindiran Bau Kentut

Kasi Humas Polresta Samarinda, Ipda Soeharyadi, menjelaskan bahwa penganiayaan berawal dari perselisihan antara pelaku dan korban saat masih menjadi rekan kerja. "Pelaku berbicara bau kentut sehingga korban tersinggung dan sempat terjadi cekcok mulut," ujarnya. Sekitar tiga bulan kemudian, MD mengundurkan diri dan bekerja sebagai petugas keamanan di Guest House Priority.

Permasalahan kembali memanas pada Selasa (30/6) malam. Saat berjaga di pos keamanan, MD bermain gim dan mengucapkan kata 'kenapa' kepada rekannya dalam permainan. Korban yang melintas di lokasi mengira ucapan itu ditujukan kepadanya. "Di saat itu korban kemudian menghampiri pelaku hingga terjadi perselisihan bahkan pelaku mengeluarkan sebilah parang yang berada di pos jaga. Melihat pelaku membawa senjata tajam, korban memilih pergi," jelas Soeharyadi.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Penusukan Terjadi Keesokan Harinya

Pada Rabu (1/7), korban kembali mendatangi pelaku dan keduanya terlibat perkelahian. "Dalam perkelahian tersebut pelaku mengeluarkan senjata tajam jenis sangkur dan menusuk korban satu kali pada bagian kepala," kata Soeharyadi. Unit Opsnal Polsek Sungai Kunjang segera melakukan penyelidikan dan mengamankan MD di sekitar lokasi kejadian. Dalam pemeriksaan, pelaku mengakui perbuatannya.

Polisi masih mendalami kasus ini dan menjerat pelaku dengan pasal penganiayaan berat. Hingga berita ini diturunkan, kondisi korban belum diketahui secara pasti.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga