Nenek Diduga Curi TV di Ruko Jatinegara Kembali Viral di Media Sosial
Sosok seorang nenek lanjut usia yang membawa ransel kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah diduga melakukan aksi pencurian. Kali ini, nenek tersebut dicurigai mencuri satu unit televisi berukuran 30 inci di sebuah ruko yang terletak di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur.
Kasus Pencurian yang Menjadi Sorotan Publik
Kapolsek Jatinegara, Kompol Samsono, mengonfirmasi bahwa kasus dugaan pencurian oleh perempuan lanjut usia ini telah menarik perhatian publik setelah rekaman aksinya tersebar luas di platform media sosial. "Kasus dugaan pencurian satu unit televisi berukuran 30 inci oleh seorang perempuan lanjut usia di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, menjadi sorotan publik setelah rekaman aksinya viral di media sosial," ujar Samsono, seperti dilaporkan oleh Antara pada Kamis, 2 April 2026.
Insiden ini dinilai mencolok karena pelaku diduga adalah seorang perempuan berusia tua yang beraksi dengan cukup tenang dan tanpa hambatan. Diduga, nenek tersebut masuk ke dalam ruko melalui pintu samping yang tidak terkunci atau terpantau dengan baik.
Detail Lokasi dan Waktu Kejadian
Berdasarkan pengecekan polisi yang dilakukan pada Selasa malam, 31 Maret 2026, lokasi kejadian tepatnya berada di Jalan KH Abdullah Syafe'i, Kelurahan Bidaracina, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur. Pemilik ruko, Ara Pardede, memberikan keterangan bahwa pencurian terjadi pada Minggu pagi, 29 Maret 2026, sekitar pukul 10.00 WIB.
Kejadian ini baru diketahui oleh pemilik ruko setelah menerima informasi dari pegawai mengenai hilangnya televisi tersebut. Pemilik ruko awalnya tidak menyadari adanya pencurian karena aksi pelaku berlangsung dengan sangat lancar dan tidak menimbulkan kecurigaan.
Rekaman CCTV Mengungkap Gerak-gerik Pelaku
Saat dicek melalui rekaman kamera pengawas atau CCTV, terlihat jelas seorang perempuan lanjut usia masuk ke dalam ruko melalui pintu samping tanpa izin. Pelaku kemudian berjalan menuju lantai dua, yang merupakan area kantor asuransi, dengan langkah yang tenang.
"Di rekaman, terlihat pelaku masuk dengan santai, lalu naik ke lantai dua dan membawa keluar satu unit televisi," jelas Samsono. Ciri-ciri pelaku dalam rekaman itu antara lain:
- Berambut panjang dan sudah beruban
- Berjalan pincang
- Membawa tas ransel berwarna merah
Setelah berhasil mengambil televisi, pelaku kembali keluar melalui pintu samping yang sama, meninggalkan lokasi tanpa menimbulkan gangguan atau kecurigaan dari orang sekitar.
Alasan Pemilik Ruko Tidak Melaporkan ke Polisi
Meskipun kasus ini sempat viral di media sosial, pemilik ruko memilih untuk tidak melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Alasannya adalah pertimbangan kemanusiaan, mengingat usia pelaku yang sudah lanjut.
"Korban tidak ingin melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian dikarenakan diduga pelaku sudah lanjut usia. Namun bila berjumpa dengan pelaku, korban akan menyerahkan ke pihak kepolisian terdekat, dalam hal ini Polsek Jatinegara, Jakarta Timur," tutur Samsono.
Tindakan ini menunjukkan sisi empati dari korban, meskipun aksi pencurian tetap dianggap sebagai pelanggaran hukum. Samsono juga menekankan bahwa akses pintu samping yang tidak terpantau menjadi titik lemah keamanan yang dimanfaatkan oleh pelaku dalam kasus ini.
Keterkaitan dengan Kasus Lain dan Imbauan Polisi
Sementara itu, terkait video viral lainnya yang memperlihatkan seorang nenek bertongkat diduga masuk ke rumah warga di kawasan yang sama, polisi mengaku belum dapat memastikan apakah pelaku dalam kedua kasus tersebut merupakan orang yang sama. "Belum terlihat jelas, kemungkinan bisa sama, namun masih perlu pendalaman lebih lanjut," ungkap Samsono.
Hingga saat ini, polisi masih melakukan pemantauan dan pengumpulan informasi di lapangan untuk mengungkap lebih lanjut tentang identitas dan motif pelaku. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan serta memastikan keamanan lingkungan, terutama dengan memanfaatkan sistem pengawasan seperti CCTV.
Insiden ini mengingatkan pentingnya pengamanan properti dan kesadaran akan potensi kejahatan, terlepas dari profil pelaku yang mungkin tidak terduga. Polisi terus mendorong warga untuk melaporkan setiap kejadian mencurigakan guna mencegah tindak kriminal serupa di masa depan.



