Seorang pengacara berinisial S di kawasan Ciracas, Jakarta Timur, menjadi korban pelemparan bom molotov oleh orang tak dikenal (OTK) pada Rabu (1/7) dini hari. Peristiwa terjadi tepat pukul 02.04 WIB di RW 04 Ciracas. Api dari bom molotov sempat membakar bagian pagar rumah korban, meskipun tidak meluas.
Kronologi Pelemparan Bom Molotov
Berdasarkan rekaman CCTV yang beredar, dua orang pelaku berboncengan sepeda motor berhenti di dekat pagar depan rumah korban. Salah satu pelaku turun dan melemparkan botol berisi bahan bakar yang menyala ke pagar. Botol pecah dan api langsung menyala di bagian bawah pagar. Kedua pelaku kemudian kabur dengan cepat menggunakan motor yang sama.
Pihak korban sempat merekam video saat api masih menyala. Dalam rekaman yang beredar di media sosial, terlihat beberapa warga keluar rumah dan mendekati lokasi kejadian. Beruntung, api tidak merambat ke bagian lain rumah dan dapat dipadamkan sebelum menimbulkan kerusakan lebih besar.
Polisi Masih Selidiki Motif dan Pelaku
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Bayu Kurniawan, membenarkan bahwa laporan telah diterima dari pihak korban pada hari yang sama dengan kejadian. "Kita lagi pelajari, nanti kita penyelidikan dulu," kata Bayu kepada detikNews, Jumat (3/7/2026).
Polisi saat ini masih mendalami kasus tersebut dengan mengumpulkan alat bukti di tempat kejadian perkara (TKP) serta mencari keterangan saksi. "Kita akan cek TKP, kita cari saksi juga. Saat ini kita pelajari laporan dari korban," ujar Bayu.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai motif di balik pelemparan bom molotov tersebut. Kasus ini ditangani oleh Polres Metro Jakarta Timur dan masih dalam tahap penyelidikan awal.
Rekaman CCTV dan Video Warga Jadi Petunjuk
Polisi mengandalkan rekaman CCTV dari sekitar lokasi serta video yang direkam warga sebagai bahan penyelidikan. Dalam rekaman CCTV, aksi kedua pelaku terekam jelas mulai dari kedatangan hingga pelarian. Diharapkan rekaman tersebut dapat membantu mengidentifikasi ciri-ciri pelaku dan nomor kendaraan yang digunakan.
Warga sekitar diimbau untuk tetap waspada dan segera melapor jika melihat aktivitas mencurigakan. Polisi juga meminta siapa pun yang memiliki informasi terkait peristiwa ini untuk menghubungi kantor polisi terdekat.



