Polisi mengungkap kronologi penipuan yang dialami warga negara (WN) Uzbekistan, Sirqjiddin (39), oleh calo tiket bus saat hendak bepergian ke Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Peristiwa ini terjadi setelah korban tiba di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) pada Jumat (19/6/2026) dini hari.
Kronologi Penipuan di Kalideres
Kanit Reskrim Polsek Kalideres Polres Metro Jakarta Barat AKP Rachmad Wibowo menjelaskan bahwa korban diarahkan oleh sopir taksi gelap menuju daerah Kalideres. "Dia diarahkan oleh seorang pengemudi taksi gelap menuju terminal bayangan di kawasan Jalan Kayu Besar, Kalideres," kata Rachmad dalam keterangan tertulis, Senin (22/6/2026).
Di lokasi tersebut, korban membeli tiket bus seharga Rp 1,2 juta. Selain itu, korban juga membayar biaya transportasi tambahan sebesar Rp 200 ribu dengan janji akan dijemput kembali dari hotel menuju lokasi keberangkatan. Namun, setelah menunggu cukup lama di hotel, pengemudi taksi gelap yang menjanjikan penjemputan tidak kunjung tiba.
Korban Melapor ke Polisi
"Berada jauh dari negaranya dan tidak memahami situasi yang dihadapi, Sirqjiddin merasa kebingungan dan khawatir," ujar Rachmad. Korban kemudian mendatangi kantor polisi untuk meminta bantuan. Polisi melakukan pengecekan dan klarifikasi ke lokasi pembelian tiket.
"Dengan pendekatan yang humanis dan komunikatif, petugas mempertemukan Sirqjiddin dengan pemilik loket bus. Hasilnya, uang yang sebelumnya telah dibayarkan berhasil dikembalikan sepenuhnya," ujarnya. Polisi juga membantu korban menuju Terminal Kalideres untuk membeli tiket resmi ke Lombok.
Imbauan Polisi
AKP Rachmad Wibowo mengimbau masyarakat, terutama wisatawan asing, untuk selalu membeli tiket di loket resmi dan menghindari calo atau taksi gelap. Penipuan semacam ini kerap terjadi di sekitar bandara dan terminal bayangan. Korban diharapkan segera melapor ke polisi jika mengalami kejadian serupa.



