Jakarta - Sosok Josepha Alexandra, siswi Kelas XI SMA Negeri 1 Pontianak, mendadak menjadi sorotan publik setelah insiden dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Dalam kompetisi yang digelar pada Sabtu (9/5/2026) itu, Josepha memberikan jawaban yang benar namun dinilai salah oleh dewan juri pada sesi pertanyaan rebutan. Kejadian ini memicu protes keras dari Josepha yang mempertahankan kebenaran jawabannya.
Beasiswa dari Ketua Komisi II DPR
Setelah insiden tersebut viral, Ketua Komisi II DPR Rifqinizamy Karsayuda mengundang Josepha ke MPR RI pada Selasa (12/5/2026). Dalam pertemuan itu, Rifqi mengumumkan pemberian beasiswa penuh untuk program S1 di China kepada Josepha. "Josepha akan abang berikan beasiswa kuliah gratis di China," ujar Rifqi melalui akun Facebook pribadinya. Selain itu, ia juga menjanjikan pekerjaan di perusahaan multinasional setelah Josepha menyelesaikan studinya. "Dan nanti akan ada pemberian pekerjaan langsung dari berbagai perusahaan multinasional untuk Josepha kalau sudah lulus dari China," tambahnya.
Politikus Partai NasDem itu mengaku bangga karena Josepha telah menjadi duta sekolah dan perbincangan nasional berkat sikap pantang menyerahnya. "Abang bangga dengan Josepha yang telah menjadi dutanya SMA 1 Pontianak dan kini menasional. Kita ambil hikmah dari peristiwa ini," ungkap Rifqi. Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada Josepha dan tim, serta menyatakan bahwa MPR akan memberikan klarifikasi dan permohonan maaf resmi terkait kesalahan penilaian tersebut.
MPR Minta Maaf dan Evaluasi Total
Wakil Ketua MPR, Abcandra Muhammad Akbar Supratman, menyampaikan permohonan maaf atas insiden penilaian dalam final LCC Empat Pilar MPR 2026 di Kalimantan Barat. Akbar memastikan MPR akan melakukan evaluasi total terhadap kinerja dewan juri dan sistem perlombaan untuk mencegah kejadian serupa. "Kami mohon maaf atas kelalaian dewan juri. Kami akan tindak lanjuti kejadian ini," kata Akbar kepada wartawan pada Senin (11/5/2026).
Sebagai tindak lanjut, dewan juri lomba cerdas cermat, yaitu Indri Wahyuni dan Dyastasita Widya Budi, dinonaktifkan. Keputusan ini disampaikan MPR melalui akun Instagram resminya. Master of Ceremony (MC) acara tersebut, Shindy Lutfiana, juga menyampaikan permohonan maaf terkait polemik penjurian yang ramai diperbincangkan di media sosial.
Dengan adanya insiden ini, MPR berkomitmen untuk memperbaiki sistem penjurian dan memastikan keadilan dalam kompetisi mendatang. Josepha pun menjadi simbol perjuangan kebenaran dan mendapat apresiasi luas dari berbagai pihak.



