Pakar dari Universitas Airlangga (Unair) memberikan peringatan serius terkait rencana penghapusan status guru honorer di Indonesia. Menurut analisis mereka, langkah tersebut berpotensi menimbulkan kekosongan besar dalam sistem pendidikan nasional. Guru honorer selama ini menjadi tulang punggung di banyak sekolah, terutama di daerah terpencil dan kurang mampu. Jika mereka dihapuskan tanpa persiapan yang matang, sekolah-sekolah akan kehilangan tenaga pengajar yang sangat dibutuhkan.
Dampak Penghapusan Guru Honorer
Penghapusan guru honorer dapat menyebabkan ketidakseimbangan antara jumlah guru dan kebutuhan siswa. Banyak sekolah yang selama ini bergantung pada guru honorer untuk memenuhi kebutuhan belajar mengajar. Tanpa mereka, proses pembelajaran bisa terganggu dan kualitas pendidikan menurun. Pakar Unair menekankan pentingnya solusi bertahap yang melibatkan pengangkatan guru honorer menjadi pegawai tetap atau peningkatan kesejahteraan mereka.
Alternatif Solusi
Beberapa alternatif yang disarankan antara lain adalah mempercepat program pengangkatan guru honorer menjadi aparatur sipil negara (ASN) atau memberikan insentif yang lebih baik. Selain itu, perlu ada peningkatan anggaran pendidikan untuk mendukung kesejahteraan guru. Pemerintah juga diminta untuk melakukan pemetaan kebutuhan guru secara akurat agar tidak terjadi kekosongan di daerah tertentu.
Pakar Unair juga mengingatkan bahwa penghapusan guru honorer tanpa rencana yang jelas dapat memicu protes dari kalangan guru dan masyarakat. Oleh karena itu, dialog antara pemerintah, guru, dan pemangku kepentingan lainnya sangat diperlukan untuk mencapai solusi yang adil dan berkelanjutan.



