Kurangi Soal Matematika di TKA Dinilai Bijak, Tapi Tujuan Utama Jangan Dilupakan
Kurangi Soal Matematika di TKA Dinilai Bijak

Pemerhati pendidikan, Itje Chodidjah, menilai langkah pemerintah mengurangi jumlah soal matematika dalam Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SMA sederajat merupakan keputusan yang bijaksana. Namun, ia menekankan bahwa pemerintah tidak boleh melupakan tujuan awal pelaksanaan TKA, yaitu memperbaiki kualitas pembelajaran di sekolah.

Keputusan Bijak dengan Catatan

Menurut Itje, pengurangan soal matematika memberikan waktu lebih bagi siswa untuk mengerjakan asesmen. Namun, ia mengingatkan bahwa kemampuan siswa dalam mengerjakan tes harus berasal dari proses pembelajaran di kelas, bukan semata-mata karena soal yang lebih sedikit atau lebih pendek. Hal ini disampaikan Itje kepada Kompas.com pada Kamis (4/6/2026).

Tujuan Utama TKA

Itje menjelaskan bahwa tujuan sebenarnya dari TKA adalah mengukur kemampuan literasi dan numerasi siswa. Hasil asesmen ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas pendidikan Indonesia secara keseluruhan. Oleh karena itu, pengurangan soal matematika harus tetap selaras dengan upaya peningkatan mutu pembelajaran.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Sebelumnya, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melaporkan bahwa pendaftar Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 mengalami peningkatan sebesar 17 persen dibandingkan tahun 2025. Hal ini menunjukkan minat siswa terhadap sains dan matematika masih tinggi.

Itje berharap pemerintah terus memantau dampak kebijakan ini terhadap kualitas pendidikan dan memastikan bahwa TKA benar-benar menjadi alat evaluasi yang efektif untuk memperbaiki pembelajaran di sekolah.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga