Pendidikan Vokasi di Jabar Direvitalisasi Sesuai Kebutuhan Industri
Pendidikan Vokasi Jabar Direvitalisasi Sesuai Industri

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno, Menteri Pariwisata (Menpar) Widianti Putri Wardhana, dan Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi (KDM) memulai langkah konkret merevitalisasi pendidikan vokasi dan menyelenggarakan pelatihan vokasi di Jawa Barat.

Integrasi Pusat, Daerah, dan Industri

Pratikno menjelaskan bahwa pihaknya telah mengintegrasikan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Balai Latihan Kerja (BLK) dengan dunia industri sebagai penyedia lapangan kerja. Tujuannya agar pendidikan dan pelatihan vokasi dapat mencetak lulusan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

"Jangan sampai pendidikan kita justru mengajarkan keterampilan yang sudah tidak relevan lagi. Revitalisasi ini, selain menyiapkan yang sesuai kebutuhan juga dapat memunculkan kesempatan pekerjaan-pekerjaan baru," ujar Pratikno dalam keterangannya, Jumat (24/4/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Menciptakan Peluang Baru

Pendidikan vokasi harus menyiapkan tenaga kerja yang bukan sekadar pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang baru, baik di sektor teknologi maupun berbasis budaya dan potensi lokal.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menambahkan bahwa saat ini pengangguran terdidik justru lebih banyak dibandingkan dengan yang berpendidikan rendah, sebuah ironi. Padahal, Jawa Barat memiliki segalanya, namun tidak banyak orang yang mau menekuni peluang yang ada, contohnya pembuat anyaman bilik bambu.

Ia mengatakan pengrajin anyaman sudah jarang ditemukan, sementara permintaan tinggi. Selain itu, orang yang menekuni industri makanan tradisional juga semakin berkurang.

"Jumlah pemetik teh, pemetik kopi juga semakin menurun, padahal teh dan kopi memiliki nilai tinggi. Jadi sebenarnya pasar kerja itu bisa dibangun dalam ruang inovasi, termasuk vokasi yang dikembangkan menyesuaikan kearifan lokal," tuturnya.

Menurutnya, peluang kerja terbuka lebar, baik di dalam negeri maupun luar negeri, selama pendidikan vokasi mampu menjawab kebutuhan di lapangan.

Skema Vokasi Pariwisata

Sementara itu, Menteri Pariwisata Widianti Putri Wardhana mengatakan bahwa Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) telah menyusun 438 skema pendidikan vokasi dari 34 bidang pariwisata.

Penyusunan skema vokasi ini menjadi fondasi strategis untuk memastikan setiap profesi di sektor pariwisata memiliki standar kompetensi yang jelas dan diakui secara nasional.

"Jawa Barat adalah salah satu provinsi yang akan menjalankan pendidikan vokasi pada bidang pariwisata," tegasnya.

Sebagai informasi, turut hadir dalam acara ini sejumlah kepala daerah dan perwakilan KADIN kabupaten/kota di Jawa Barat.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga