Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menegaskan komitmennya untuk mengawal Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) di Pacitan, Jawa Timur. Dalam kunjungannya, Senin (6/7/2026), Ibas menyatakan bahwa tidak boleh ada lagi rumah warga yang gelap gulita akibat belum menikmati akses listrik.
Listrik sebagai Penggerak Kesejahteraan
Menurut Ibas, listrik bukan sekadar kebutuhan dasar, melainkan juga penggerak produktivitas, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat. Hal ini disampaikannya saat memberikan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bertajuk 'Listrik untuk Semua: Program BPBL Menuju Terang dan Sejahtera' di Pacitan.
"Hari ini kita masih menghadapi banyak tantangan. Karena itu saya mengajak seluruh pihak untuk terus berkolaborasi dan memastikan tidak ada persoalan masyarakat yang luput dari perhatian kita," ujar Ibas dalam keterangannya, Selasa (7/7/2026).
20 Rumah di Desa Gesang Kini Terang
Ibas mengapresiasi Desa Gesang yang menjadi salah satu penerima prioritas Program BPBL. Sebanyak 20 rumah kini telah menikmati sambungan listrik baru, sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman.
"Alhamdulillah, disini mendapatkan prioritas pemasangan listrik untuk 20 rumah. Mungkin bagi sebagian orang listrik adalah hal yang biasa, tetapi bagi saudara-saudara kita yang selama ini belum memilikinya, listrik membawa perubahan besar dalam kehidupan sehari-hari," ungkapnya.
Dampak Positif bagi Pendidikan dan Ekonomi
Kehadiran listrik tidak hanya memberikan penerangan pada malam hari, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk belajar, bekerja, dan meningkatkan produktivitas keluarga. "Anak-anak dapat belajar dengan lebih baik pada malam hari. Keluarga juga bisa beraktivitas dengan lebih nyaman. Listrik menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat," ujar Ibas.
Sambungan listrik berkapasitas 450 hingga 900 VA yang diterima masyarakat diharapkan mampu mendukung berbagai kegiatan produktif rumah tangga serta mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat desa.
Apresiasi untuk PLN dan Komitmen Pasokan Listrik Nasional
Ibas juga menegaskan pentingnya menjaga keandalan pasokan listrik nasional. "Kita tidak boleh membiarkan Indonesia mengalami kegelapan akibat persoalan yang sebenarnya bisa diantisipasi. Pasokan energi harus dijaga, kebijakan harus berpihak kepada masyarakat dan dunia usaha agar aktivitas ekonomi terus berjalan dengan baik," tegas Wakil Ketua Dewan Penasihat KADIN tersebut.
Ia turut mengapresiasi komitmen PLN dalam menjalankan Program BPBL. "Hari ini secara keseluruhan ada sekitar 600 rumah yang mendapat bantuan pemasangan listrik. Indonesia harus terang, rakyat harus terang, sehingga Indonesia semakin sejahtera dan masyarakat semakin bahagia," tutur Wakil Ketua Umum Partai Demokrat.
Testimoni Penerima Manfaat
Salah satu penerima manfaat, Malik Maulana, mengaku sangat bersyukur. Sebelumnya, ia dan keluarga harus meminjam aliran listrik dari tetangga. "Alhamdulillah sekarang rumah kami sudah memiliki listrik sendiri. Dulu kalau malam harus meminta bantuan aliran listrik dari tetangga. Sekarang keluarga kami bisa tinggal lebih nyaman, anak-anak juga bisa belajar dan beraktivitas dengan lebih baik. Terima kasih kepada pemerintah, PLN, dan Mas Ibas atas bantuan ini," ujar Malik.
Program BPBL di Desa Gesang menjadi bagian dari upaya memperluas akses listrik bagi masyarakat yang belum menikmati sambungan listrik mandiri. Kehadiran program tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas hidup, tetapi juga memperkuat produktivitas keluarga dan mendorong pemerataan pembangunan hingga ke pelosok desa.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji, Ketua DPRD Kabupaten Pacitan Arif Setia Budi, Manager UP3 PLN Pacitan Herdina Tri Handayani, Camat Tulakan Harian Witri, Kepala Desa Gesang Saswito, serta sejumlah anggota DPRD setempat dan tokoh masyarakat.



