Guru Honorer 40 Tahun Hanya Terima Gaji Rp 414.000, Ini Ceritanya
Guru Honorer 40 Tahun Gaji Rp 414.000

Media sosial dihebohkan oleh pengakuan seorang guru honorer bernama Atrianil (63) yang memperlihatkan amplop gaji terakhirnya setelah mengabdi selama 40 tahun. Wanita asal Tangerang yang menggunakan nama pena Bu Ijah itu mengungkapkan bahwa upah terakhirnya hanya Rp 414.000.

Pengabdian 40 Tahun dengan Upah Minim

Atrianil resmi pensiun pada 23 Juni 2026 dari sebuah SMK Swasta di Jakarta Barat. Nominal Rp 414.000 tersebut merupakan upah terakhir yang diterimanya, mencakup tunjangan mengajar dan uang transportasi. Gaji tersebut dihitung berdasarkan akumulasi jam mengajarnya.

"Saya mengajar selama 40 tahun, tapi gaji terakhir saya hanya Rp 414.000. Ini sangat tidak layak untuk seorang guru yang sudah mengabdi selama itu," ujar Atrianil dalam video yang viral.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Viral di Media Sosial

Video pengakuan Atrianil ramai dibagikan di berbagai platform media sosial. Banyak warganet yang menyayangkan kondisi guru honorer di Indonesia, terutama yang sudah mengabdi puluhan tahun namun masih menerima upah di bawah standar kelayakan.

Menurut data dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, rata-rata gaji guru honorer di Indonesia masih di bawah Upah Minimum Regional (UMR). Kasus Atrianil menjadi contoh nyata betapa rendahnya penghargaan terhadap profesi guru di tanah air.

Dampak dan Harapan

Viralnya kasus ini diharapkan dapat mendorong pemerintah untuk lebih memperhatikan kesejahteraan guru honorer. Banyak pihak menyerukan agar ada kebijakan yang lebih adil bagi para pendidik yang telah mengabdikan hidupnya untuk mencerdaskan bangsa.

Atrianil berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih kepada guru honorer, terutama yang sudah lama mengabdi. "Saya berharap tidak ada lagi guru honorer yang mengalami nasib seperti saya. Guru harus dihargai dengan layak," pungkasnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga