Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkap bahwa Polri berperan aktif dalam upaya meningkatkan kesejahteraan buruh di Indonesia. Dalam sambutannya pada acara Hari Bhayangkara ke-80 di Pusat Latihan Brimob Polri, Cikeas, Bogor, Rabu (1/7/2026), ia menyebut Polri juga memberikan ruang bagi penyandang disabilitas yang ingin menjadi bagian dari insan Bhayangkara.
Desk Ketenagakerjaan Polri sebagai Wadah Dialog
Jenderal Sigit menjelaskan bahwa Polri membentuk Desk Ketenagakerjaan Polri hingga tingkat wilayah. Wadah ini berfungsi sebagai penguatan dialog dan kolaborasi dalam penyelesaian berbagai permasalahan ketenagakerjaan serta hubungan industrial. "Polri juga berperan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan buruh melalui pembentukan Desk Ketenagakerjaan Polri hingga tingkat wilayah," kata Jenderal Sigit.
Hasil Nyata: 4.216 Buruh Kembali Bekerja
Desk Ketenagakerjaan Polri telah memfasilitasi 4.216 buruh terdampak PHK untuk kembali berkarya. Selain itu, Polri menangani 267 tindak pidana ketenagakerjaan, di mana 40 di antaranya diselesaikan melalui restorative justice. Atas upaya tersebut, Polri memperoleh penghargaan dari International Trade Union Confederation (ITUC). "Melalui berbagai upaya tersebut, Polri memperoleh penghargaan dari ITUC atas kerja keras dan dedikasi dalam memberikan pelindungan kepada buruh," ucap Kapolri.
Kesempatan bagi Atlet dan Penyandang Disabilitas
Kapolri juga menyebut bahwa Polri memberikan kesempatan kepada 160 atlet berprestasi dari ajang SEA Games, PON, dan kejuaraan lainnya untuk mengabdi melalui Rekrutmen Proaktif dengan kategori pencarian bakat. Selain itu, Polri membuka ruang bagi 21 penyandang disabilitas untuk menjadi insan Bhayangkara. "Polri telah membuka ruang pengabdian bagi 21 penyandang disabilitas untuk menjadi bagian dari insan Bhayangkara," imbuhnya.
Penguatan Budaya Inklusif di Lingkungan Polri
Komitmen Polri terhadap inklusivitas diperkuat melalui pengembangan Direktorat Tindak Pidana PPA dan PPO pada 11 Polda serta 22 Polres. Langkah ini bertujuan agar penanganan perkara dapat dilakukan secara lebih responsif. Dengan demikian, Polri terus berupaya menciptakan lingkungan yang inklusif bagi semua kalangan, termasuk buruh dan penyandang disabilitas.



