Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah turun tangan untuk menangani warga terdampak kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang. Sebanyak 154 warga tercatat mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat paparan asap kebakaran yang telah berlangsung sejak Selasa (30/6).
Pemerintah Pusat Bergerak Cepat
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyatakan pemerintah pusat telah mengambil langkah penanganan. "Kementerian Kesehatan sudah masuk untuk penanganan itu," kata Pratikno ditemui di Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Jumat (3/6). Selain Kemenkes, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga telah mengirimkan bantuan logistik, termasuk masker, kepada masyarakat terdampak.
"Saya juga sudah mendapatkan laporan dari Kepala BNPB yang sejak beberapa hari lalu sudah masuk ke sana, ditopang oleh kementerian teknis, termasuk Kementerian Kesehatan," ucap Pratikno. Ia menambahkan bahwa agenda pemberdayaan ekonomi bagi warga terdampak juga mulai dibahas.
Waspada Komplikasi Pneumonia
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, mengungkapkan bahwa 154 warga yang mengalami ISPA mayoritas adalah balita, orang dewasa, dan kelompok rentan. Pihaknya mewaspadai risiko komplikasi ISPA menjadi pneumonia yang berpotensi mengancam jiwa. "Yang paling penting dijaga jangan sampai mereka itu menjadi pneumonia. Kalau dia jadi pneumonia akan berbahaya, karena pneumonia pada balita atau orang yang rentan bisa menyebabkan kematian," ujar Hendra, Jumat (3/7).
Hingga saat ini, belum ditemukan warga yang mengalami komplikasi pneumonia. Hendra mengimbau warga yang mengalami gejala gangguan pernapasan untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan atau posko kesehatan yang telah disediakan. "Kalau ISPA segera diobati, insyaallah tidak akan berkembang menjadi pneumonia. Yang berbahaya itu kalau tidak terdeteksi dan tidak mendapat penanganan," katanya.
Lima Posko Kesehatan dan 50 Tenaga Medis Dikerahkan
Dinkes Kabupaten Tangerang telah mendirikan lima posko kesehatan di sekitar lokasi kebakaran dan mengerahkan 50 tenaga medis untuk memberikan pelayanan kepada warga terdampak. "Sekarang ini kita tingkatkan menjadi 50 orang. Dengan tambahan dari Puskesmas sekitar yang ada di wilayah bencana," jelas Hendra.
Upaya Pemadaman Terus Berlangsung
Kebakaran di TPA Jatiwaringin telah berlangsung selama empat hari. Hingga Jumat (3/7), sekitar 30 persen area yang terbakar berhasil dikendalikan. Petugas gabungan terus berupaya memadamkan api melalui jalur udara dan darat. Helikopter water bombing milik BNPB diterjunkan untuk menyiram titik api yang sulit dijangkau, sementara petugas pemadam kebakaran melakukan penyemprotan di sejumlah titik.
Alat berat jenis excavator juga dioperasikan untuk mengurai timbunan sampah yang telah dibasahi, guna membuka akses ke titik api di dalam gunungan sampah dan mencegah bara api kembali menyala. BNPB masih mengkaji rencana operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mempercepat pemadaman, menunggu kondisi atmosfer yang memungkinkan berdasarkan pemantauan BMKG.
Sebanyak 30 personel Manggala Agni dari Kementerian Kehutanan akan dilibatkan dengan metode inject untuk mempercepat pemadaman. Sementara itu, akses jalan dari TPA Jatiwaringin menuju Kecamatan Sukadiri masih dibatasi, hanya untuk kendaraan operasional pemadam kebakaran, TNI, Polri, petugas medis, dan instansi terkait.



