Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) terus memantau dampak pencemaran udara akibat kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang. Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di luar radius 1,7 kilometer dari titik pusat kebakaran.
Batas Aman Berdasarkan Simulasi PM2.5
"Dari analisa data pantau (hingga 3 Juli malam) dan elaborasi data BMKG maka dengan simulasi pemodelan teknis parameter kunci PM2.5 yang berbahaya bagi pernafasan langsung/potensi penyebab ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas), maka diperkirakan batas aman warga untuk berada di luar jarak (radius) 1,7 km dari titik pusat TPA Jatiwaringin," kata Jumhur kepada wartawan, Minggu (5/7/2026).
Pemerintah telah melakukan sejumlah langkah keselamatan, termasuk mengevakuasi masyarakat ke lokasi yang lebih aman, menerjunkan tim medis, dan membagikan masker kepada warga.
139 Kasus ISPA dan 50 Warga Diungsikan
"Sampai saat, sudah ada 139 kasus ISPA dan 50 warga diungsikan ke kantor Desa setempat yang lokasinya cukup aman dari dampak asap," ujarnya. Seluruh biaya pengobatan ditanggung Pemerintah Kabupaten Tangerang. Jumhur menyebut Pemkab Tangerang juga telah menetapkan status darurat bencana.
"Seluruh pengobatan ditanggung oleh Pemda Kabupaten Tangerang. Pemkab Tangerang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang sudah berkoordinasi dengan BNPB untuk meminta bantuan pemadaman dari udara atau Helikopter," jelasnya.
Pemasangan Alat Pemantau Kualitas Udara
KLH memasang sejumlah alat pemantau kualitas udara di sekitar lokasi kebakaran, meliputi dua stasiun pemantau bergerak, tiga alat pemantau portabel di kawasan permukiman terdampak, serta satu alat pemantau di lokasi pengungsian.
"KLH melalui pejabat-pejabat teknis bahkan Wamen LH terus memantau dan mengkoordinasikan dengan pihak terkait untuk kesempurnaan pemadaman dan pemulihan dari dampak asap dan penghindaran asap maupun evakuasi penduduk ke tempat yang aman," ungkapnya.
Upaya Pemadaman dan Hujan Buatan
Upaya penanggulangan kebakaran meliputi pemadaman menggunakan helikopter, 18 unit damkar, serta 30 personel pasukan yang berpengalaman memadamkan lahan gambut terbakar. "Pemadaman dilakukan baik dari udara, permukaan dan dengan injeksi pada kedalaman timbunan sampah. Koordinasi dengan BNPB dilakukan untuk membuat hujan buatan. Menurut BMKG ada kemungkinan hari ini Minggu (5/7) akan ada awan sehingga bisa dibuat hujan buatan," tuturnya.
Kebakaran TPA Jatiwaringin terjadi pada Selasa (30/6). Angin kencang dan cuaca panas menjadi penyebab api cepat menyebar dan membesar.



