Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Laksono, memberikan dukungan penuh terhadap langkah tegas TNI dan Satgas PKH dalam menggagalkan dugaan penyelundupan yang melibatkan kapal penarik TB Capricorn. Kapal tersebut mengangkut 25 kontainer berisi mineral yang diduga mengandung unsur logam tanah jarang dan material radioaktif. Kapal itu dicegat saat hendak melakukan ekspor ilegal melalui perairan Batam, Kepulauan Riau.
Langkah TNI Diapresiasi
Dave Laksono menegaskan bahwa tindakan TNI menghentikan kapal yang terindikasi melanggar adalah bagian dari tugas menjaga kedaulatan NKRI. "Pengungkapan upaya penyelundupan tanah jarang yang mengandung unsur radioaktif merupakan peringatan serius bagi kita semua," ujarnya di Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Menurut Dave, mineral yang ditemukan mengandung Zirconium Oxide, Thorium Oxide, Neodymium Oxide, Triuranium Oktasida, dan Cerium Oxide. Unsur-unsur ini memiliki nilai strategis tinggi, baik dari sisi ekonomi maupun pertahanan negara. Keberhasilan TNI menggagalkan penyelundupan ini menunjukkan komitmen nyata aparatur pertahanan dalam menjaga kedaulatan dan melindungi kepentingan nasional.
Klaim Perusahaan Terbantahkan
Dave juga menyoroti klaim PT Putraprima Mineral Mandiri (PMM) yang menyatakan bahwa tanah jarang yang mereka ekspor tidak mengandung bahan baku nuklir. Klaim tersebut terbantahkan oleh hasil pemeriksaan langsung di lapangan yang disaksikan oleh pejabat tinggi TNI dan Kejaksaan. Hasil uji laboratorium di PT Timah Kundur, Tanjung Balai Karimun, menunjukkan bahwa sampel mineral dari 15 kontainer mengandung titanium oksida serta sejumlah unsur logam tanah jarang dan radioaktif.
"Fakta ini memperkuat dugaan adanya upaya sistematis untuk menutupi pelanggaran. Perusahaan yang terbukti melakukan tindakan merugikan negara harus ditindak tegas, termasuk melalui proses hukum yang transparan dan akuntabel," tegas Dave. Ia juga menambahkan bahwa penutupan perusahaan dan penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang terlibat sejalan dengan prinsip keadilan dan perlindungan kepentingan nasional.
Dukungan Penuh Komisi I DPR
Atas nama Komisi I DPR, Dave menegaskan dukungan penuh terhadap aparat penegak hukum dan TNI dalam menjaga kedaulatan negara. "Dengan ketegasan hukum dan sinergi antarlembaga, Indonesia dapat memastikan bahwa kekayaan alam yang bernilai tinggi benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat dan memperkuat pertahanan nasional," pungkasnya.
Pemeriksaan 15 Kontainer
Sebelumnya, TNI AL mengamankan 15 kontainer bermuatan mineral yang diduga mengandung unsur logam tanah jarang dan material radioaktif yang hendak diekspor secara ilegal. Kepala Staf Umum TNI Letjen TNI Richard Tampubolon selaku Wakil Ketua Pelaksana I Satgas PKH dan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Febrie Adriansyah selaku Ketua Pelaksana I Satgas PKH melakukan pemeriksaan terhadap 15 dari 25 kontainer di Dermaga Koarmada IV Batam, Kepulauan Riau. Turut hadir dalam peninjauan tersebut Pangkoarmada RI Laksdya TNI Denih Hendrata, Pangkoarmada I, serta sejumlah pejabat Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan.
Kasum TNI Letjen Richard Tampubolon menegaskan bahwa tim dari Jakarta datang untuk melihat langsung hasil penindakan jajaran TNI AL terhadap kapal yang membawa mineral dengan kandungan unsur radioaktif. "Penyelundupan mineral, khususnya rare earth, menjadi salah satu perhatian Presiden selain berbagai bentuk penyelundupan sumber daya alam lainnya," tandasnya.



