Korban Tewas Terus Bertambah
Otoritas Venezuela melaporkan bahwa jumlah korban tewas akibat gempa kembar dahsyat yang mengguncang negara tersebut pekan lalu kembali bertambah menjadi sedikitnya 1.450 orang. Lebih dari 3.000 orang lainnya mengalami luka-luka. Presiden Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, dalam konferensi pers pada Minggu (28/6) mengumumkan angka tersebut. "Jumlah korban tewas telah mencapai 1.450 orang," ujarnya seperti dilansir Reuters dan AFP, Senin (29/6/2026).
Kerusakan dan Pengungsian Masif
Rodriguez melaporkan bahwa sedikitnya 3.150 orang lainnya mengalami luka-luka. Sebanyak 12.721 orang mengungsi dari rumah-rumah mereka, dan 774 bangunan runtuh akibat gempa. "Terdapat 774 bangunan yang runtuh, sebanyak 189 bangunan di antaranya runtuh total," jelasnya. Ia menambahkan bahwa masa-masa ini sangat kritis untuk menyelamatkan nyawa dan mendirikan tempat penampungan bagi para pengungsi.
Upaya Pencarian dan Bantuan Internasional
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan sekitar 50.000 orang hilang setelah dua gempa berkekuatan Magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang pada Rabu (24/6). Tim penyelamat terus berpacu dengan waktu untuk menemukan korban selamat di reruntuhan. Fokus penyelamatan berada di negara bagian La Guaria, wilayah terdampak paling parah. Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, menyatakan, "Upaya penyelamatan dan pemulihan terus berlangsung. Hari ini (28/6), kita berhasil mengevakuasi orang-orang dalam keadaan hidup; oleh karena itu, operasi tidak dihentikan. Kita senantiasa menjaga harapan."
Dampak dan Respons
Bencana ini telah memicu respons bantuan dari 24 negara. Pencarian korban masih berlangsung, dan angka kematian diperkirakan masih akan bertambah. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap gempa susulan.



