Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memimpin langsung rapat DPP PDIP di Sekolah Partai Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (1/7/2026). Rapat tersebut dihadiri oleh Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Ketua DPP PDIP Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), serta jajaran lainnya seperti Eriko Sotarduga dan Bintang Puspayoga.
Fokus Rapat: Ancaman El Nino dan Krisis Pangan
Rapat membahas langkah strategis partai dalam menghadapi fenomena El Nino yang diprediksi berlangsung dari Mei 2026 hingga Mei 2027. Menurut data dari Kementerian Dalam Negeri, anomali suhu Samudra Pasifik ini berpotensi memicu kekeringan ekstrem, mengancam produksi pangan, dan memicu inflasi pangan nasional.
"Urgensi penanganan krisis ini semakin nyata menilik data terbaru yang dirilis dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah oleh Kemendagri," ujar Hasto Kristiyanto. Ia menambahkan bahwa ancaman nyata anjloknya pangan dan menyusutnya air akibat El Nino yang membentang setahun penuh mendasari Megawati dan partai bergerak cepat melakukan mitigasi.
Delapan Poin Instruksi Partai
Melalui Surat Instruksi No. 1110/IN/DPP//2026, DPP PDIP menggerakkan Tiga Pilar Partai (struktural, legislatif, dan eksekutif) di seluruh Indonesia untuk menjalankan delapan poin aksi tanggap darurat:
1. Edukasi Hemat Air: Mengajak masyarakat melakukan penghematan air serta mendorong budaya menampung air bersih sejak dini lewat tandon, sumur resapan, dan embung.
2. Gerakan Penyimpanan Air: Memfasilitasi pembangunan sarana penampungan air di lingkungan warga dan mengoptimalkan mata air, sungai, serta air hujan.
3. Mitigasi Kekeringan: Memetakan wilayah rawan, berkoordinasi dengan pemda untuk penyaluran air bersih, dan menyiapkan langkah cepat tanggap darurat.
4. Mitigasi Kebakaran Lahan: Meningkatkan kesiapsiagaan di wilayah rawan, melakukan patroli terpadu, sosialisasi pencegahan karhutla, serta memastikan ketersediaan sarana pemadaman dan sumber air.
5. Perlindungan Sektor Tani: Mendorong pola tanam adaptif kekeringan, mendukung teknologi hemat air/irigasi alternatif, dan mengawal bantuan bagi petani terdampak.
6. Kecukupan Pangan: Memantau stok dan distribusi pangan guna menjaga stabilitas ketersediaan dan harga di pasar.
7. Solidaritas Gotong Royong: Menggerakkan kader dan simpatisan untuk bakti sosial distribusi air bersih dan bantuan pokok.
8. Pelaporan Berkala: Mewajibkan monitoring dan evaluasi kondisi wilayah secara berkala ke DPP Partai.
"Dengan instruksi ini, partai menegaskan kesiapsiagaan penuh dalam mengantisipasi potensi fenomena El Nino dan ancaman musim kemarau panjang," tegas Hasto.
Dampak dan Tindak Lanjut
Rapat ini menjadi langkah awal PDIP dalam merespons krisis iklim yang diperkirakan akan berdampak luas pada sektor pertanian dan ketersediaan air bersih. Partai menginstruksikan seluruh kadernya untuk bergerak cepat di daerah masing-masing, berkoordinasi dengan pemerintah daerah, dan memastikan masyarakat mendapatkan akses air bersih serta bantuan pangan.
Hasto menambahkan bahwa instruksi ini bersifat mengikat bagi seluruh struktur partai, mulai dari tingkat pusat hingga ranting. Monitoring berkala akan dilakukan untuk memastikan implementasi berjalan efektif.



