Sungai Ciujung Serang Diduga Tercemar, Air Hitam dan Bau Menyengat
Sungai Ciujung Serang Tercemar, Air Hitam Bau Menyengat

Aliran Sungai Ciujung yang melintasi Kabupaten Serang, Provinsi Banten, diduga mengalami pencemaran serius. Warga melaporkan air sungai berubah warna menjadi hitam pekat dan mengeluarkan bau menyengat yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten langsung merespons dengan melakukan investigasi mendalam.

DLHK Banten Fokus pada Tiga Aspek Investigasi

Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas DLHK Banten, Wawan Wahyudi, menyatakan pihaknya telah menerjunkan tim untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat. Saat ini, DLHK sedang mematangkan analisis awal sebelum turun langsung ke lokasi pada pekan depan. "Kasus di sungai ini sifatnya sudah kumulatif. Oleh karena itu, sebelum turun ke lapangan, kami sedang mendalami tiga fokus investigasi untuk memastikan akar persoalannya," ujarnya di Serang, Senin (22/6).

Analisis Kualitas Air: BOD dan COD Tinggi

Aspek pertama yang menjadi fokus adalah analisis kualitas air, khususnya parameter Biological Oxygen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen Demand (COD). DLHK mengkaji ulang rekam jejak sampel air dari tahun 2024 dan 2025. Hasil analisis sementara menunjukkan bahwa nilai BOD dan COD di perairan tersebut sangat tinggi dan berpotensi melebihi baku mutu yang ditetapkan. Hal ini mengindikasikan adanya beban pencemaran organik dan kimia yang signifikan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Identifikasi Sumber Kumulatif Pencemaran

Aspek kedua adalah identifikasi sumber kumulatif pencemaran. Tim melakukan pemetaan secara spesifik untuk memilah kontribusi limbah dari berbagai sumber. Penelusuran ini bertujuan untuk memastikan seberapa besar persentase limbah yang berasal dari aktivitas domestik (rumah tangga) dibandingkan dengan limbah buangan dari sektor industri di sepanjang bantaran sungai. Langkah ini penting untuk menentukan kebijakan penanganan yang tepat sasaran.

Pemeriksaan Debit Air dan Sedimentasi

Aspek ketiga adalah pemeriksaan debit air dan sedimentasi. DLHK meneliti volume dan pergerakan debit air Sungai Ciujung terkini. Mereka menduga bahwa kondisi air yang statis meniadakan efek flushing (pembilasan alami), yang pada akhirnya menyebabkan limbah terus mengendap, menebal, dan mengalami sedimentasi parah. Kondisi ini memperburuk kualitas air dan mempercepat proses pencemaran.

DLHK Dorong Masyarakat Aktif Melapor

Wawan Wahyudi menambahkan bahwa meskipun investigasi internal telah berjalan, pihaknya tetap mendorong masyarakat yang terdampak secara langsung untuk segera melayangkan aduan resmi. "Informasi dari pelapor sangat krusial sebagai landasan penanganan administratif instansi," ujarnya. DLHK berharap dengan adanya aduan resmi, penanganan kasus ini dapat berjalan lebih cepat dan efektif.

Pencemaran Sungai Ciujung ini menjadi perhatian serius karena sungai tersebut memiliki peran penting bagi ekosistem dan masyarakat sekitar. DLHK Banten berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini dan mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga