Mantan Menpora Dito Ariotedjo Turun 40 Kg Usai Diperiksa KPK soal Korupsi Kuota Haji
Dito Ariotedjo Turun 40 Kg Usai Diperiksa KPK soal Kuota Haji

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi kuota haji di Kementerian Agama tahun 2023-2024 di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (30/6/2026). Penampilannya yang lebih langsing menjadi sorotan, setelah ia mengaku berhasil menurunkan berat badan hingga 40 kilogram.

Penurunan Berat Badan Drastis

Dito mengaku berat badannya turun 40 kg setelah tidak lagi menjabat Menpora pada September 2025. Ia menerapkan diet ketat dengan membatasi asupan kalori maksimal 800-1.000 per hari dan berolahraga setiap hari. "Saya balik ke pola zaman saya disiplin. Makan saya batasin maksimal 800-1.000 kalori per hari," kata Dito di gedung KPK. Ia juga mengaku pernah mengikuti kompetisi kebugaran Hyrox, yang memadukan lari dan latihan kekuatan fungsional, dan berhasil finish di bawah 2 jam.

Menurut Dito, kenaikan berat badan terjadi pada periode 2020-2023 hingga hampir 50 kilogram. "Naik 50 kilo, turun 40 kilo. Masih ada 10 kilo lagi," ujarnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pemeriksaan Saksi Korupsi Kuota Haji

Dito diperiksa sebagai saksi untuk sprindik baru dengan dua tersangka dari pihak swasta. Sebelumnya, ia pernah diperiksa pada 23 Januari 2026 terkait tersangka pertama, yaitu Gus Yaqut dan Gus Alex. "Tadi ini pemeriksaan buat sprindik yang baru. Kan kemarin saya pertama ke sini untuk sprindik yang tersangka pertama Gus Yaqut sama Gus Alex. Ini yang kedua swasta. Ya keterangan tambah-tambah informasi," jelas Dito usai pemeriksaan.

Pemeriksaan berlangsung sekitar empat jam, dari pukul 10.00 WIB hingga 14.08 WIB. Dito dicecar soal alur pemberian tambahan 20 ribu kuota haji dari pemerintah Arab Saudi kepada Indonesia pada 2022. Ia merupakan salah satu pejabat yang ikut dalam rombongan ke Arab Saudi saat penambahan kuota disepakati.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan Dito dinilai dapat menerangkan hal yang dibutuhkan penyidik. "Karena memang kami melihat Pak Dito ini bisa menerangkan apa yang dibutuhkan oleh penyidik, karena memang Pak Dito pada saat itu ikut berangkat ke Arab Saudi bersama rombongan dari Pemerintah Indonesia," ujar Budi pada Jumat (23/1).

Keterangan Dito soal Pertemuan dengan MBS

Dito mengaku materi pemeriksaan kali ini tidak jauh berbeda dengan sebelumnya. Ia masih ditanyai seputar pertemuannya dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS). "Lebih karena waktu itu kan saya ada dalam lokasi di Arab Saudi pas pertemuan dengan MBS. Kan kebetulan mertua juga terkait dengan asosiasi. Jadi lebih digali ke situ," ungkap Dito.

Kasus dugaan korupsi kuota haji ini menyeret sejumlah pihak, termasuk mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan mantan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief. KPK terus mengembangkan penyidikan dengan menetapkan tersangka baru dari pihak swasta.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga