Sepanjang pekan ini, media sosial di Indonesia diramaikan oleh beredarnya informasi keliru yang berkaitan dengan kondisi sosial, politik, dan ekonomi tanah air. Salah satu hoaks yang mencuat adalah klaim mengenai penghapusan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tengah penangkapan eks Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi. Selain itu, muncul juga kabar yang menyebutkan bahwa Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya telah dicopot dari jabatannya pada 4 Juni 2026.
Hoaks Penghapusan Program MBG
Informasi yang menyatakan bahwa program Makan Bergizi Gratis dihapuskan tidaklah benar. Program ini masih berjalan dan tidak ada kaitannya dengan penangkapan Dadan Hindayana. Tim Cek Fakta Kompas.com memastikan bahwa klaim tersebut merupakan informasi palsu yang sengaja disebarkan untuk menimbulkan kebingungan di masyarakat.
Klaim Pelemahan Rupiah oleh BI
Hoaks lain yang beredar adalah tuduhan bahwa Bank Indonesia (BI) sengaja melemahkan nilai tukar rupiah. Faktanya, BI selalu menjaga stabilitas mata uang rupiah berdasarkan mekanisme pasar dan kebijakan moneter yang transparan. Tidak ada unsur kesengajaan untuk melemahkan rupiah seperti yang dituduhkan.
Berikut adalah rangkuman penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com agar masyarakat tidak terjebak oleh informasi keliru:
- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak dihapuskan; tetap berjalan sesuai rencana.
- Penangkapan Dadan Hindayana tidak berdampak pada kelanjutan program MBG.
- Isu pencopotan Menteri Keuangan Purbaya pada 4 Juni 2026 tidak benar; tidak ada perubahan kabinet yang terjadi.
- Bank Indonesia tidak pernah dengan sengaja melemahkan rupiah; nilai tukar ditentukan oleh kekuatan pasar dan intervensi yang diperlukan.
Masyarakat diimbau untuk selalu melakukan verifikasi terhadap informasi yang diterima, terutama yang bersumber dari media sosial yang belum terverifikasi. Jangan mudah percaya pada berita yang belum jelas kebenarannya.



