Waka MPR Dorong Kolaborasi Multipihak untuk Atasi Darurat Literasi
Kolaborasi Multipihak untuk Atasi Darurat Literasi

Anggota MPR RI Lestari Moerdijat, yang akrab disapa Rerie, mendorong peningkatan peran daerah dalam kolaborasi multipihak untuk membangun kecakapan literasi dan pengembangan budaya baca di Indonesia. Menurutnya, program peningkatan literasi masyarakat tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Upaya pemerintah pusat harus didukung oleh pemerintah daerah dan masyarakat.

Sinergi dan Aksi Nyata

Rerie menekankan bahwa sinergi antara para pihak terkait harus diperkuat dengan aksi nyata. Sejumlah catatan terkait literasi harus dijawab dengan penguatan kolaborasi multipihak secara masif dan berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa persoalan utama literasi di Indonesia bukan semata ketiadaan minat baca, melainkan rendahnya tingkat ketersediaan dan keterjangkauan akses terhadap bahan bacaan yang bermutu.

Peran Perpustakaan dan Pendidikan

Rerie mendorong agar layanan perpustakaan dapat menjangkau hingga ke desa-desa. Ia berharap perpustakaan dapat menjadi pusat kegiatan masyarakat, bukan sekadar tempat menyimpan buku. Selain itu, dinas pendidikan harus mampu mengintegrasikan pengajaran pengembangan literasi dalam kurikulum maupun kegiatan ekstrakurikuler di institusi pendidikan. "Saat ini, momentum untuk bergerak. Bangsa ini butuh generasi yang cerdas dan berkarakter, dan itu dimulai dari kemampuan literasi," kata Rerie.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Peran Strategis Pemerintah Daerah

Sebelumnya, Kepala Perpustakaan Nasional RI, E Aminudin, dalam acara bedah buku 'Literasi di Daerah Realitas dan Strategi Kebijakan Perpustakaan Daerah', menegaskan bahwa pemerintah daerah memegang peran strategis sebagai ujung tombak dalam upaya peningkatan literasi masyarakat. Menurut Aminudin, pada dasarnya pembangunan kecakapan literasi dan pengembangan budaya baca berlangsung di daerah.

Indeks Literasi Nasional

Perpusnas mencatat Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat nasional pada Maret 2026 masih berada pada angka 40,6, masuk dalam kategori rendah (skala 30-49,9). Sementara itu, Tingkat Kegemaran Membaca nasional tercatat di angka 54,80, masuk dalam kategori sedang (40,1-60). Data ini menunjukkan bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga