KPK Tahan Bupati Kuansing Suhardiman Amby Tersangka Suap Jual Beli Jabatan
KPK Tahan Bupati Kuansing Suhardiman Amby Tersangka Suap

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Suhardiman Amby, pada Rabu (1/7/2026). Suhardiman telah berstatus sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuansing.

Berdasarkan pantauan detikcom di lokasi, Suhardiman digiring oleh petugas KPK menggunakan rompi tahanan berwarna oranye pada pukul 15.43 WIB. Kedua tangannya tampak diborgol saat keluar dari Gedung KPK.

Dua Pejabat Lain Juga Ditahan

Tidak hanya Suhardiman, KPK juga menahan Sekretaris Daerah (Sekda) Kuansing, Zulkarnain, dan Direktur Utama PT MIC, Ardiles. Keduanya juga mengenakan rompi oranye sebagai tanda tahanan. Ketiganya langsung digiring ke mobil tahanan KPK untuk dibawa ke Rumah Tahanan (Rutan) KPK.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Saat digiring, Suhardiman sempat menyampaikan pesan kepada awak media. "Makasih mohon dukungannya doa ya, kita asas praduga tak bersalah ya, sama-sama kita berdoa ya," ujarnya singkat.

Penyerahan Diri Sebelum Penahanan

Sebelum ditahan, Bupati Suhardiman dan Sekda Zulkarnaen menyerahkan diri ke KPK pada Selasa (30/6). Keduanya telah dicari sejak Senin (29/6) setelah KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Kuansing. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan penyerahan diri tersebut. "Keduanya langsung menjalani pemeriksaan intensif," kata Budi kepada wartawan.

OTT Terkait Jual Beli Jabatan Sekda

OTT di Kuansing terkait dugaan suap jual beli jabatan Sekda. Tim KPK telah mengamankan sejumlah alat bukti, termasuk dokumen dan barang bukti elektronik. Total, ada 10 orang yang diamankan dalam operasi tersebut. Sebanyak lima orang kemudian dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut di Gedung KPK.

Kasus ini merupakan pengembangan dari operasi serupa yang sebelumnya menjaring sejumlah pejabat di Provinsi Riau. KPK terus mendalami keterlibatan pihak lain dan mengembangkan penyidikan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga