Pimpinan BGN Sambangi KPK Bahas Kerja Sama Pencegahan Korupsi
Pimpinan BGN Sambangi KPK Bahas Kerja Sama

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang, bersama Wakil Ketua BGN Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono, mendatangi Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (7/7) siang. Kedatangan mereka sekitar pukul 10.34 WIB dengan mengenakan kemeja putih panjang langsung disambut oleh Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK Aminudin.

Kunjungan untuk Bahas Kerja Sama

Saat dikonfirmasi awak media, Nanik mengungkapkan bahwa maksud kunjungannya adalah untuk membahas perihal kerja sama. "Kerja sama," kata Nanik singkat di lobi Gedung Merah Putih KPK. Sementara itu, Mayjen TNI Trenggono hanya berujar, "Nanti ya," seraya berjalan menuju lift bersama rombongan.

Deputi Aminudin langsung mengajak pimpinan BGN menuju lift untuk melakukan pertemuan tertutup. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pimpinan BGN dijadwalkan melakukan audiensi dengan Pimpinan KPK dan Deputi Pencegahan KPK. Pertemuan ini diduga membahas potensi kerja sama dalam pencegahan korupsi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan dijalankan BGN.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Latar Belakang Kunjungan

Kunjungan ini terjadi di tengah sorotan publik terhadap anggaran MBG yang tahun depan dilaporkan turun menjadi Rp174 triliun. DPR sebelumnya menyebutkan penurunan anggaran tersebut sebagai bagian dari efisiensi. Pemerintah juga masih menyusun skenario pelibatan kantin sekolah dalam program MBG.

Kehadiran pimpinan BGN ke KPK dinilai strategis untuk memastikan tata kelola program gizi nasional berjalan transparan dan akuntabel. KPK selama ini aktif melakukan pencegahan korupsi di berbagai program pemerintah, termasuk yang menyangkut pengadaan pangan dan distribusi bantuan sosial.

Respons KPK

Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK Aminudin menyambut baik inisiatif BGN untuk berkoordinasi. Meski belum memberikan pernyataan resmi, sumber internal KPK menyebutkan bahwa pertemuan ini merupakan langkah awal untuk menyusun nota kesepahaman antara kedua lembaga. KPK akan memberikan pendampingan dalam hal pencegahan korupsi, termasuk sistem pengadaan dan distribusi yang rawan penyimpangan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak KPK maupun BGN mengenai hasil pertemuan. Namun, langkah BGN yang proaktif mendatangi KPK diapresiasi sebagai bentuk komitmen memberantas korupsi sejak awal program.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga