Beredar di media sosial sebuah video yang mengeklaim pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam membagikan dana bantuan sebesar Rp 210 juta melalui Facebook. Video tersebut diunggah oleh beberapa akun Facebook dan diklaim dapat digunakan untuk modal usaha, biaya sekolah, bayar utang, renovasi rumah, dan keperluan lainnya.
Hasil Penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com
Tim Cek Fakta Kompas.com melakukan penelusuran terhadap video tersebut dan menemukan bahwa video tersebut merupakan hasil manipulasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Video tersebut bukanlah rekaman asli, melainkan hasil rekayasa digital yang bertujuan untuk menipu masyarakat.
Menurut Tim Cek Fakta Kompas.com, modus seperti ini sering digunakan oleh pelaku penipuan untuk menarik perhatian korban. Mereka menggunakan teknologi AI untuk membuat video palsu yang seolah-olah menampilkan tokoh terkenal membagikan bantuan atau hadiah. Tujuannya adalah untuk mengelabui masyarakat agar mengklik tautan atau memberikan data pribadi.
Imbauan Masyarakat
Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap konten serupa yang beredar di media sosial. Jangan mudah percaya dengan video atau informasi yang menjanjikan bantuan uang dalam jumlah besar tanpa verifikasi. Pastikan untuk memeriksa kebenaran informasi melalui sumber resmi atau situs cek fakta terpercaya.
Jika menemukan konten mencurigakan, segera laporkan ke platform media sosial atau pihak berwenang. Jangan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya karena dapat merugikan orang lain.



