Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono mengumumkan bahwa sekitar 1.000 taruna Akademi Militer (Akmil) tingkat I dan II ditugaskan untuk mendampingi siswa Sekolah Rakyat di 178 titik. Program ini bertujuan membantu siswa belajar tentang kemandirian selama tinggal di asrama.
Kolaborasi Taktis Kemensos dan TNI
Agus menjelaskan bahwa pelibatan para taruna dalam program bimbingan kehidupan asrama ini merupakan hasil kolaborasi taktis antara Kementerian Sosial (Kemensos) dan TNI. "Program ini hanya berlangsung selama lima hari, mulai 3 hingga 8 Agustus. Tujuannya membantu anak-anak yang tinggal di asrama agar lebih mandiri," kata Wamensos Agus, Selasa (30/6/2026), dikutip dari Antara, Kamis (2/7/2026).
Peran Taruna Bukan Menggantikan Guru
Agus menegaskan bahwa kehadiran para taruna Akmil bukan untuk menggantikan peran guru di Sekolah Rakyat. Para taruna akan fokus memberikan pendampingan praktis kehidupan berasrama, seperti kebersihan, disiplin waktu, dan tanggung jawab pribadi. Dengan demikian, siswa dapat mengembangkan keterampilan hidup mandiri yang esensial.
Dampak Program bagi Siswa
Program ini diharapkan memberikan dampak positif bagi siswa Sekolah Rakyat, terutama dalam membentuk karakter mandiri dan disiplin. Selama lima hari, para taruna akan menjadi mentor yang membimbing siswa dalam rutinitas asrama, mulai dari merapikan tempat tidur hingga mengatur jadwal belajar. Kolaborasi ini juga memperkuat sinergi antara institusi pendidikan militer dan sosial dalam mendukung pengembangan generasi muda Indonesia.



