Sebanyak 289 perwira Polri dari program S1 Ilmu Kepolisian, S2 Magister Ilmu Kepolisian, hingga S3 di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) menjalani wisuda pada hari ini. Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri Komjen Ridwan Zulkarnain Panca Putra Simanjuntak menyatakan bahwa ratusan wisudawan ini akan memperkuat sumber daya manusia (SDM) Polri.
Pesan Kapolri untuk Para Wisudawan
Dalam sambutannya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit menekankan pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat. Ia berharap para lulusan STIK mampu memenuhi ekspektasi publik melalui pendekatan keilmuan yang telah mereka peroleh selama pendidikan. Panca menuturkan, program pendidikan bagi perwira ini sejalan dengan rekomendasi percepatan reformasi Polri.
“Kita berharap ini bagian dari tindak lanjut dari rekomendasi tim percepatan reformasi Polri yang terus bergulir dan merupakan arah dan bijak Bapak Kapolri untuk terus mendorong para SDM Polri khususnya pada siang hari ini di level perwira untuk memiliki pengetahuan, kapabilitas,” imbuh Panca.
STIK sebagai Pusat Pemecahan Masalah Sosial
Panca menyebut bahwa Jenderal Listyo menekankan STIK tidak hanya menjadi tempat belajar berbagai macam ilmu, tetapi juga menjadi tempat untuk memecahkan masalah sosial. “Tetapi menjadi sarana untuk menjadi alat untuk memahami berbagai permasalahan sosial melalui pendekatan ilmu yang mereka pelajari. Kemudian tadi Bapak Kapolri juga mengingatkan pentingnya untuk Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian terus beradaptasi dengan kebutuhan akan SDM Polri unggul sesuai dengan jenjang pendidikan yang diajarkan di lembaga ini,” ungkap dia.
Rencana Pengembangan menjadi Universitas Kepolisian
Lebih lanjut, Panca mengatakan bahwa saat ini pihaknya sedang mengkaji agar STIK berkembang menjadi Universitas Kepolisian. Nantinya, masyarakat juga bisa menjadi peserta didik di universitas tersebut. “Oleh sebab itu, Bapak Kapolri tadi mengingatkan tentang bagaimana proyeksi ke depan Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian harus beradaptasi dan mengembangkan diri melalui Universitas Kepolisian yang saat ini sedang kita bahas untuk dapat mengakomodir tidak hanya polisi, tetapi seluruh elemen masyarakat yang ingin mengenyam ilmu dan berkaitan dengan masalah-masalah keamanan bisa belajar di lembaga ini,” ucapnya.



