Gaji Dosen Rp 2,6 Juta Viral, Unair: Take Home Pay di Atas UMR
Gaji Dosen Rp 2,6 Juta Viral, Unair: Take Home Pay di Atas UMR

Nama Cenuk Widiayastrisna Sayekti, dosen Universitas Airlangga (Unair), mendadak viral setelah ia bersaksi di sidang Mahkamah Konstitusi (MK) bahwa gaji pokok yang ia terima hanya Rp 2,6 juta per bulan. Di media sosial, Cenuk mendapatkan banyak respons dari masyarakat, khususnya dosen yang ikut merasakan gajinya di bawah Upah Minimum Provinsi (UMP).

Tanggapan Unair Terkait Gaji Dosen

Viralnya potongan video Cenuk bersaksi langsung ditanggapi mantan rektor Unair, termasuk dari kampus itu sendiri. Kampus menyebut pendapatan dosen sudah di atas UMR Surabaya. Direktur Sumber Daya Manusia, Manajemen Talenta dan Pengembangan Organisasi, Prof Radian Salman, ikut merespons soal ini. Ia tak menampik gaji pokok dosen kecil, tetapi take home pay atau pendapatan dalam sebulan sudah di atas UMR.

Penjelasan Lebih Lanjut

Menurut Prof Radian, gaji pokok dosen memang kecil, namun dosen juga menerima berbagai tunjangan seperti tunjangan sertifikasi, tunjangan fungsional, dan insentif lainnya. Total pendapatan yang diterima setiap bulan sudah melampaui UMR Surabaya yang saat ini sekitar Rp 4,5 juta. Ia mencontohkan, untuk dosen dengan jabatan fungsional tertentu, take home pay bisa mencapai Rp 7-10 juta per bulan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

"Kami tidak menampik bahwa gaji pokok dosen kecil, tetapi jika dihitung secara keseluruhan, pendapatan dosen Unair sudah di atas UMR Surabaya," ujar Prof Radian dalam keterangan resminya.

Respons Publik dan Dampaknya

Kasus ini memicu diskusi luas mengenai kesejahteraan dosen di Indonesia. Banyak dosen dari berbagai perguruan tinggi yang ikut menyuarakan keprihatinan mereka. Cenuk sendiri dalam kesaksiannya di MK menyatakan bahwa gaji pokok yang kecil membuatnya kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama di kota besar seperti Surabaya. Ia berharap pemerintah dapat meninjau kembali kebijakan penggajian dosen agar lebih layak.

Viralnya kasus ini juga mendorong beberapa pihak untuk membandingkan gaji dosen dengan profesi lain. Data menunjukkan bahwa rata-rata gaji dosen di Indonesia masih di bawah standar yang diharapkan, meskipun ada tunjangan tambahan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga