Unhas: Calon Mahasiswa SNBP 2026 Tak Daftar Ulang Turun Jadi 5,19 Persen
Unhas: Tingkat Calon Maba SNBP 2026 Tak Daftar Ulang 5,19%

Universitas Hasanuddin (Unhas) melaporkan bahwa tingkat calon mahasiswa baru jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2026 yang tidak mendaftar ulang hanya sebesar 5,19 persen. Angka ini menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, berdasarkan data resmi yang dirilis kampus tersebut pada Sabtu (27/6/2026).

Penurunan Konsisten dalam Empat Tahun Terakhir

Dalam siaran persnya, Unhas mengungkapkan bahwa tren calon mahasiswa baru yang lolos SNBP namun tidak melanjutkan pendaftaran terus menurun dalam empat tahun terakhir. Pada tahun 2023, jumlah peserta yang lulus SNBP mencapai 2.517 orang. Dari jumlah tersebut, 2.296 orang melakukan daftar ulang, sementara 221 orang atau sekitar 8,78 persen memilih untuk tidak melanjutkan.

Angka tersebut kemudian turun menjadi 6,12 persen pada tahun 2024, dan kembali menurun menjadi 5,19 persen pada tahun 2026. Penurunan ini menunjukkan bahwa semakin banyak calon mahasiswa yang memilih untuk mendaftar ulang di Unhas setelah dinyatakan lulus melalui jalur prestasi.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Calon Mahasiswa

Menurut pihak Unhas, penurunan angka tidak daftar ulang ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk peningkatan kualitas program studi dan fasilitas kampus. "Kami terus berupaya meningkatkan daya tarik Unhas bagi calon mahasiswa berprestasi, baik dari segi akademik maupun non-akademik," ujar perwakilan Unhas dalam siaran pers tersebut.

Selain itu, sosialisasi yang lebih intensif mengenai prospek karier dan beasiswa juga diduga turut mendorong calon mahasiswa untuk mempertahankan pilihan mereka. Unhas juga menjalin kerja sama dengan berbagai institusi untuk memberikan jaminan masa depan bagi lulusannya.

Dampak bagi Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru

Penurunan angka tidak daftar ulang ini berdampak positif pada efisiensi sistem penerimaan mahasiswa baru di Unhas. Dengan lebih sedikitnya kursi yang kosong akibat calon mahasiswa yang mengundurkan diri, universitas dapat merencanakan alokasi sumber daya secara lebih optimal. Hal ini juga mengurangi kebutuhan untuk membuka jalur seleksi tambahan atau memperpanjang masa pendaftaran.

Data ini juga menjadi indikator keberhasilan kebijakan yang diterapkan Unhas dalam menjaring dan mempertahankan mahasiswa berprestasi. Ke depan, Unhas berkomitmen untuk terus memantau tren ini dan melakukan perbaikan berkelanjutan dalam proses seleksi dan penerimaan mahasiswa baru.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga