Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Prof. Dr. Sumaryanto, M.Kes., AIFO, menegaskan bahwa kampus yang dipimpinnya saat ini belum mengoperasikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau yang dikenal sebagai dapur MBG. Pernyataan ini disampaikan untuk meluruskan isu yang beredar di kalangan mahasiswa dan masyarakat.
Klarifikasi Rektor UNY Soal Dapur MBG
Menurut Prof. Sumaryanto, UNY akan mengkaji pendirian dapur MBG jika ada arahan resmi dari pemerintah. "Saat ini UNY belum ada SPPG, kalau yang akan datang akan diberi tugas (UNY sebagai PTN), maka akan kami pelajari dulu," tuturnya melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Sabtu (27/6/2026).
Isu rencana pendirian dapur MBG ini sempat meluas ke mahasiswa setempat dan sebagian pihak menentangnya. Namun, dengan klarifikasi ini, diharapkan kekhawatiran masyarakat dapat terjawab.
Latar Belakang dan Dampak
Program dapur MBG merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan gizi masyarakat. Namun, implementasinya di lingkungan perguruan tinggi memerlukan kajian mendalam, termasuk aspek operasional, pendanaan, dan dampak terhadap kegiatan akademik. UNY berkomitmen untuk mengikuti kebijakan pemerintah dengan tetap memprioritaskan kepentingan sivitas akademika.
Hingga saat ini, belum ada keputusan resmi mengenai pendirian SPPG di UNY. Rektor menegaskan bahwa setiap langkah akan diambil setelah melalui proses kajian yang matang dan sesuai dengan arahan dari otoritas terkait.



