China dalam beberapa hari terakhir menjadi pusat perhatian dunia setelah menerima kunjungan dua pemimpin negara besar, yaitu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin, dalam waktu yang berdekatan di Beijing. Kedatangan kedua pemimpin ini menunjukkan dinamika diplomasi global yang semakin intensif.
Kunjungan Donald Trump ke Beijing
Presiden AS Donald Trump tiba lebih dulu di China pada Rabu (13/5/2026) untuk bertemu dengan Presiden Xi Jinping. Pertemuan ini membahas berbagai isu bilateral dan global, termasuk perdagangan, keamanan, dan kerja sama strategis. Trump meninggalkan Beijing pada Jumat (15/5/2026) setelah menjalani rangkaian pertemuan resmi.
Agenda Kunjungan Trump
Selama di Beijing, Trump melakukan pertemuan tatap muka dengan Xi Jinping serta menghadiri jamuan kenegaraan. Kedua pemimpin juga menandatangani beberapa perjanjian kerja sama di bidang ekonomi dan teknologi. Kunjungan ini menjadi momen penting dalam hubungan AS-China yang sempat tegang dalam beberapa tahun terakhir.
Kunjungan Vladimir Putin ke Beijing
Kurang dari sepekan setelah kepergian Trump, giliran Presiden Rusia Vladimir Putin yang datang ke Beijing untuk bertemu Xi Jinping. Putin mendarat di Beijing pada Selasa (19/5/2026) malam. Kunjungan ini menjadi lawatan ke-25 Putin ke China selama dirinya memimpin Rusia, menunjukkan eratnya hubungan kedua negara.
Hubungan Rusia-China yang Semakin Erat
Putin dan Xi Jinping membahas kerja sama strategis di berbagai bidang, termasuk energi, pertahanan, dan infrastruktur. Kedua pemimpin juga menekankan pentingnya kemitraan multilateral dalam menghadapi tantangan global. Kunjungan ini semakin memperkuat aliansi antara Moskow dan Beijing di tengah ketegangan dengan Barat.
Kedatangan dua pemimpin besar dalam waktu berdekatan ini menegaskan posisi China sebagai pusat diplomasi global. Beijing menjadi tuan rumah bagi pertemuan-pertemuan penting yang memengaruhi peta politik dunia.



