Iran Laporkan Korban Sipil Besar dalam Serangan AS-Israel di Sidang Dewan Keamanan PBB
Dalam sidang Dewan Keamanan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) yang digelar di New York, Amerika Serikat, pada Rabu (11/3/2026), Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, mengungkapkan data tragis terkait dampak serangan militer yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel. Menurut laporan resmi yang disampaikan Iravani, lebih dari 1.348 warga sipil Iran telah meninggal dunia sejak serangan dimulai pada 28 Februari 2026.
Ribuan Luka dan Kerusakan Infrastruktur Parah
Selain korban jiwa yang signifikan, Iravani juga menyebutkan bahwa lebih dari 17.000 orang lainnya terluka akibat serangan tersebut. Namun, dampak buruk tidak berhenti di situ. Duta Besar Iran itu menekankan bahwa serangan militer AS-Israel telah menyebabkan kerusakan infrastruktur yang sangat parah di berbagai wilayah Iran.
"Lebih dari 19.000 aset sipil telah mengalami kerusakan serius, termasuk di antaranya 16.191 rumah tinggal, 77 fasilitas medis, dan 65 sekolah," ujar Iravani, seperti dilansir oleh media internasional The Guardian. Pernyataan ini disampaikan dalam forum PBB untuk menyoroti besarnya dampak kemanusiaan dari konflik tersebut.
Konteks Sidang dan Implikasi Internasional
Sidang Dewan Keamanan PBB ini menjadi platform bagi Iran untuk menyampaikan keprihatinan mendalam atas serangan yang terjadi. Iravani menegaskan bahwa serangan tersebut bukan hanya mengakibatkan korban jiwa dalam jumlah besar, tetapi juga menghancurkan fasilitas-fasilitas vital yang seharusnya dilindungi dalam konflik bersenjata.
Data yang diungkapkan oleh Iran ini diharapkan dapat memicu respons dan diskusi lebih lanjut di tingkat internasional mengenai perlindungan warga sipil dalam situasi perang. Laporan tersebut juga menggarisbawahi pentingnya diplomasi dan upaya perdamaian untuk mencegah eskalasi kekerasan yang berkelanjutan.



