Pakar Nilai Iran Tak Percaya Sinyal Damai Trump, Sebut AS Munafik
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan sinyal bahwa perang melawan Iran saat ini sudah hampir selesai. Namun, pakar hubungan internasional Teuku Rezasyah meyakini Iran tidak akan percaya dengan pernyataan Trump tersebut. Menurut Reza, Trump berusaha menjadikan dirinya sebagai pihak yang menyelesaikan konflik untuk meningkatkan kredibilitas di mata warga AS.
Trump Ingin Tingkatkan Kredibilitas Jelang Pemilu
Rezasyah menjelaskan bahwa jika publik internasional menerima ide tersebut, kredibilitas Donald Trump bisa naik, sekaligus memupus masalah kredibilitas di dalam negeri. Hal ini dianggap dapat menguntungkan Partai Republik menjelang pemilihan sela bulan November tahun ini. "Dengan demikian Partai Republik tetap di atas angin dan tidak tergerus pada pemilihan sela," ujarnya kepada wartawan pada Kamis (12/3/2026).
Lebih lanjut, Reza yakin Iran tidak akan mempercayai ucapan Trump karena sejumlah kesepakatan dengan Iran selalu diingkari oleh Amerika Serikat. "Bagi Iran, ide Presiden Trump di atas tidak bisa dipercaya. Sejak Trump menjadi Presiden, semangat damai Iran telah tiga kali dilanggar oleh AS melalui banyak aksi pemboman," tegasnya.
Iran Cap Trump Sebagai Pemimpin Munafik
Reza menyebut pemerintah dan warga Iran telah memberi cap Trump sebagai pemimpin yang munafik dan tidak bisa dipercaya. Ia menambahkan bahwa pemboman pada 28 Februari lalu, yang menyebabkan syahidnya Ayatollah Ali Khamenei, dianggap sebagai kejahatan luar biasa atas Hukum Internasional serta kedaulatan Iran. "Dalam hal ini, saya yakin apa yang dikatakan Trump pasti tidak benar," katanya.
Menurut Reza, bahkan jika kedua negara menjalin dialog, hasilnya akan dibantah oleh Amerika Serikat sendiri. "Andaikan AS dan Iran tiba pada sebuah perjanjian yang disepakati, maka AS akan membatalkannya kembali, atau menggunting dalam lipatan," ujarnya. Ia menekankan bahwa Iran di bawah kepemimpinan Ayatollah Mojtaba Khamenei saat ini sedang berkonsentrasi membuktikan konsistensinya sebagai negara berdaulat sesuai Pasal 51 Piagam PBB.
Pernyataan Trump Soal Perang yang Hampir Tuntas
Presiden Donald Trump dalam wawancara telepon dengan CBS News pada Senin (9/3/2026) menyatakan bahwa perang melawan Iran sudah "sangat tuntas". Trump mengklaim Washington jauh lebih cepat dari perkiraan awal, yang menyebut perang akan berlangsung empat hingga lima pekan. "Saya pikir perang ini sudah sangat tuntas, hampir sepenuhnya," kata Trump dari klub golfnya di Doral, Florida.
Trump juga menyebut bahwa Iran tidak memiliki angkatan laut, komunikasi, angkatan udara, dan rudal serta drone mereka telah dihancurkan. Militer AS sebelumnya melaporkan menyerang lebih dari 3.000 target di wilayah Iran dalam operasi militer "Operation Epic Fury". "Jika Anda lihat, mereka tidak memiliki apa pun yang tersisa dalam artian militernya," klaim Trump.
Lebih lanjut, Trump menegaskan bahwa AS "sangat jauh" melebihi perkiraan awal untuk durasi perang. Pernyataan ini disampaikan di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah setelah AS dan Israel melancarkan serangan skala besar terhadap Iran sejak 28 Februari lalu.



