Trump Klaim Iran Hentikan Eksekusi 8 Wanita Atas Permintaannya, Teheran Bantah
Trump Klaim Iran Hentikan Eksekusi 8 Wanita, Teheran Bantah

Trump Klaim Iran Hentikan Eksekusi 8 Wanita Atas Permintaannya, Teheran Bantah

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa Iran telah menghentikan rencana untuk mengeksekusi mati delapan wanita yang ditangkap karena terlibat dalam protes anti-pemerintah. Klaim ini disampaikan setelah Trump mendesak Teheran untuk membebaskan para wanita tersebut, dengan alasan bahwa hal itu dapat membantu proses negosiasi perdamaian antara kedua negara.

Dalam postingannya di platform Truth Social, Trump menulis, "Saya sangat menghargai bahwa Iran, dan para pemimpinnya, menghormati permintaan saya, sebagai Presiden Amerika Serikat, dan menghentikan rencana eksekusi tersebut." Pernyataan ini dilaporkan oleh kantor berita AFP pada Kamis, 23 April 2026.

Iran Bantah Klaim Trump dan Sebut Berita Palsu

Namun, otoritas kehakiman Iran dengan tegas membantah klaim yang disampaikan oleh Trump. Melalui situs web resmi Mizan Online, mereka menyatakan bahwa apa yang disampaikan Trump adalah "berita palsu" dan menegaskan bahwa tidak ada demonstran wanita yang terancam dieksekusi mati. "Trump sekali lagi disesatkan oleh berita palsu," tulis pernyataan resmi tersebut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Mizan Online juga menjelaskan bahwa para wanita yang diklaim berada di ambang eksekusi mati, sebagian telah dibebaskan, sementara yang lain menghadapi tuduhan yang, jika terbukti bersalah, kemungkinan besar akan berujung pada hukuman penjara, bukan hukuman mati.

Kelompok Hak Asasi Manusia Soroti Kasus Hukuman Mati

Di sisi lain, kelompok-kelompok hak asasi manusia menyoroti bahwa setidaknya satu wanita yang ditangkap dalam aksi protes pada Januari telah dijatuhi hukuman mati. Selain itu, setidaknya satu wanita lainnya menghadapi tuduhan yang dapat berujung pada hukuman mati dan berpotensi dieksekusi. Kelompok-kelompok ini menuduh Iran menggunakan hukuman mati sebagai alat untuk menanamkan rasa takut di masyarakat, terutama di tengah konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.

Trump sebelumnya telah menyatakan di media sosial bahwa pembebasan para wanita tersebut dapat menguntungkan Iran dalam negosiasi. Ia memposting ulang klaim dari seorang aktivis yang menyebutkan bahwa delapan wanita menghadapi hukuman mati dengan cara digantung, meskipun klaim tersebut tidak menyertakan nama-nama spesifik namun dilengkapi dengan foto-foto para wanita.

Nasib Negosiasi AS-Iran Masih Belum Jelas

Saat ini, nasib pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran yang diselenggarakan oleh Pakistan masih belum jelas. Putaran negosiasi sebelumnya gagal setelah Teheran menuduh Amerika Serikat mengajukan tuntutan yang berlebihan terkait Selat Hormuz dan program nuklir Iran. Ketegangan ini memperumit upaya perdamaian dan meningkatkan ketidakpastian di kawasan.

Insiden ini menyoroti perbedaan pandangan yang tajam antara Amerika Serikat dan Iran dalam isu hak asasi manusia dan kebijakan hukuman mati. Sementara Trump mengklaim pengaruhnya berhasil mencegah eksekusi, Iran menolak klaim tersebut dan menegaskan komitmennya pada proses hukum domestik.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga