Trump Beri Sinyal Perang Iran Akan Berakhir, Indonesia Serukan Hentikan Serangan
Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan sinyal bahwa perang melawan Iran saat ini sudah hampir selesai. Dalam pernyataannya, Trump mengklaim bahwa konflik tersebut telah mencapai tahap yang sangat tuntas. Menanggapi hal ini, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menegaskan bahwa Indonesia terus menyerukan agar perang diakhiri dan semua pihak kembali ke jalur diplomasi.
Seruan Indonesia untuk Penghentian Konflik
Juru Bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, menyampaikan sikap resmi Indonesia terkait situasi di Timur Tengah. "Mengenai situasi di Timur Tengah, Indonesia telah menyampaikan sikap yaitu menyerukan kepada Amerika Serikat dan Israel untuk menghentikan serangan terhadap Iran, serta menyerukan kepada Iran untuk menghentikan serangan yang menargetkan negara-negara tetangga di kawasan," kata Nabyl pada Kamis, 12 Maret 2026.
Lebih lanjut, Nabyl menekankan bahwa Indonesia akan selalu mengutamakan prinsip hukum internasional dalam menanggapi konflik ini. "Indonesia juga menegaskan kembali kewajiban semua pihak untuk menegakkan prinsip-prinsip hukum internasional, khususnya mengenai larangan penggunaan kekerasan terhadap kedaulatan dan integritas teritorial negara," tambahnya.
Indonesia juga mendorong para pihak yang terlibat untuk segera melakukan dialog guna menyelesaikan konflik secara damai. "Kita juga mendorong para pihak untuk menahan diri secara maksimal, meredakan ketegangan, serta kembali ke meja perundingan melalui dialog dan diplomasi," ujar Nabyl.
Pernyataan Trump tentang Perang Iran
Presiden Donald Trump, dalam wawancara telepon dengan CBS News pada Senin, 9 Maret 2026, menyatakan bahwa perang melawan Iran sudah "sangat tuntas". Trump mengklaim bahwa Amerika Serikat telah melampaui perkiraan awal mengenai durasi perang, yang sebelumnya diperkirakan akan berlangsung selama empat hingga lima pekan.
"Saya pikir perang ini sudah sangat tuntas, hampir sepenuhnya," kata Trump dari klub golfnya di Doral, Florida. "Mereka (Iran) tidak memiliki angkatan laut, tidak ada komunikasi, mereka tidak memiliki angkatan udara. Rudal-rudal mereka tinggal sedikit. Drone-drone mereka dihancurkan di mana-mana, termasuk pabrik pembuatan drone mereka," klaim Trump dalam wawancara tersebut.
Militer AS sebelumnya melaporkan bahwa mereka telah menyerang lebih dari 3.000 target di wilayah Iran dalam minggu pertama operasi militer yang diberi nama "Operation Epic Fury". Trump menambahkan, "Jika Anda lihat, mereka tidak memiliki apa pun yang tersisa. Tidak ada yang tersisa dalam artian militernya."
Trump juga menyebut bahwa AS "sangat jauh" melebihi perkiraan awal untuk durasi perang. "Kita sangat jauh lebih cepat dari jadwal," sebutnya, menegaskan bahwa operasi militer telah berjalan lebih efisien dari yang direncanakan.
Eskalasi Konflik di Timur Tengah
Konflik antara AS, Israel, dan Iran telah memicu eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah. Serangan skala besar yang dilancarkan sejak 28 Februari lalu telah menimbulkan kekhawatiran internasional akan stabilitas regional. Indonesia, sebagai bagian dari komunitas global, terus mengawasi perkembangan situasi dan mendorong penyelesaian damai.
Seruan Indonesia untuk penghentian serangan dan kembali ke dialog mencerminkan komitmen negara ini dalam mendukung perdamaian dunia dan menghormati hukum internasional. Dengan pernyataan Trump yang menyebut perang hampir berakhir, diharapkan konflik dapat segera diakhiri tanpa menimbulkan korban lebih lanjut.



