Filipina diguncang gempa bumi tektonik dengan magnitudo M 7,7 pada Senin, 8 Juni 2026, pukul 06.37.42 WIB. Gempa ini berlokasi di koordinat 5,80° LU; 125,14° BT, sekitar 244 km arah barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, pada kedalaman 47 km. Peristiwa ini memicu tsunami di sejumlah wilayah Indonesia. Berikut lima fakta terkini yang dirangkum.
1. Penyebab Gempa
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa gempa ini merupakan gempa dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng. Analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme naik (thrust fault). Gempa ini berpotensi tsunami dan status siaga diberlakukan di beberapa wilayah.
2. Jumlah Korban
Gempa M 7,7 di Mindanao, Filipina, menimbulkan korban jiwa. Satu orang tewas tertimpa reruntuhan dan empat orang luka-luka, seperti dilaporkan Sersan Mayor Robert Dagon dari kepolisian Kota General Santos kepada AFP.
3. Tujuh Wilayah Indonesia Diterjang Tsunami
BMKG mencatat tsunami di tujuh wilayah Indonesia dengan ketinggian bervariasi: Kedi, Maluku Utara (0,09 m), Ulu Siau (0,18 m), Melonguane (0,19 m), Tahuna, Sulawesi Utara (0,30 m), Paleleh, Sulawesi Tengah (0,45 m), Tanjung Sidupa, Sulawesi Utara (0,32 m), dan Talengan, Sulawesi Utara (0,75 m).
4. Wilayah Indonesia yang Merasakan Getaran
Getaran gempa dirasakan di berbagai wilayah Indonesia. Skala intensitas IV MMI tercatat di Morotai dan Halmahera Utara. Skala III-IV MMI di Toli-Toli dan Gorontalo Utara. Skala III MMI meliputi Batang Dua, Ternate, Halmahera Barat, Gorontalo, Halmahera Selatan, Halmahera Timur, Parigi Moutong, Manado, Minahasa, Palu, Bitung, Bolaang Mongondow Timur, dan Halmahera Tengah.
5. Rumah Warga di Talaud Rusak Parah
Basarnas Manado melaporkan sejumlah rumah warga dan rumah ibadah di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, rusak parah akibat gempa. Humas Basarnas Manado, Nuriadin Gumeleng, menyatakan bahwa pihaknya bersama BPBD Sulut terus memverifikasi laporan dan mengimbau warga tetap waspada karena status tsunami belum dicabut.



