Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis daftar wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat disertai angin kencang pada periode 30 Juni hingga 1 Juli 2026. Meski musim kemarau mulai meluas di sejumlah wilayah Indonesia, BMKG mengingatkan bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi akibat sejumlah faktor dinamika atmosfer yang masih aktif.
Analisis Dasarian III Juni 2026
Berdasarkan Analisis Dasarian III Juni 2026, sebanyak 37,6 persen wilayah Indonesia atau sekitar 263 Zona Musim (ZOM) telah memasuki musim kemarau. BMKG menjelaskan, meluasnya musim kemarau dipengaruhi oleh kondisi atmosfer global.
Wilayah Berpotensi Hujan Lebat
BMKG mengidentifikasi beberapa wilayah yang perlu waspada terhadap potensi hujan lebat, antara lain:
- Aceh
- Sumatera Utara
- Sumatera Barat
- Riau
- Kepulauan Riau
- Jambi
- Sumatera Selatan
- Bangka Belitung
- Bengkulu
- Lampung
- Banten
- Jawa Barat
- Jawa Tengah
- DI Yogyakarta
- Jawa Timur
- Bali
- Nusa Tenggara Barat
- Nusa Tenggara Timur
- Kalimantan Barat
- Kalimantan Tengah
- Kalimantan Utara
- Kalimantan Timur
- Kalimantan Selatan
- Sulawesi Utara
- Sulawesi Tengah
- Sulawesi Barat
- Sulawesi Selatan
- Sulawesi Tenggara
- Gorontalo
- Maluku Utara
- Maluku
- Papua Barat
- Papua
Penyebab Dinamika Atmosfer
BMKG menyebut beberapa faktor yang memicu terjadinya hujan lebat di tengah musim kemarau, di antaranya:
- Aktivitas gelombang atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation (MJO) yang masih aktif di beberapa wilayah.
- Peningkatan pertumbuhan awan konvektif akibat pemanasan permukaan yang kuat.
- Adanya sirkulasi siklonik di sekitar wilayah Indonesia yang mempengaruhi pola angin dan kelembaban.
Imbauan BMKG
BMKG mengimbau masyarakat di wilayah yang berpotensi hujan lebat untuk waspada terhadap kemungkinan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang. Masyarakat juga diminta untuk terus memantau informasi cuaca terkini dari BMKG melalui kanal resmi.



