BPBD Pandeglang Imbau Warga Waspada Erupsi Gunung Anak Krakatau
BPBD Pandeglang: Waspada Erupsi Gunung Anak Krakatau

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang, Banten, mengimbau masyarakat pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap peningkatan erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK). Imbauan ini disampaikan guna menjaga keselamatan warga dari potensi dampak bencana.

Peringatan Disampaikan ke Seluruh Lapisan Masyarakat

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Strategi BPBD Pandeglang, Acep Firmansyah, menyatakan bahwa pihaknya telah menyebarkan peringatan waspada erupsi GAK kepada masyarakat, aparatur kecamatan, hingga desa. "Kita sudah menyampaikan peringatan waspada erupsi Gunung Anak Krakatau kepada masyarakat, aparatur kecamatan hingga desa," ujarnya di Pandeglang, Sabtu (4/7).

Situasi Pesisir Relatif Aman, Warga Tetap Tenang

Berdasarkan pemantauan terkini, situasi di pesisir Pantai Pandeglang relatif aman. Masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh peningkatan erupsi GAK. Aktivitas sehari-hari seperti jual beli di pasar, pelayanan kesehatan di puskesmas, dan rumah sakit berjalan normal. Meski demikian, BPBD meminta warga pesisir untuk tetap waspada.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Status Gunung Anak Krakatau Naik Menjadi Siaga

Aktivitas vulkanik GAK saat ini berada pada Level III atau Siaga, meningkat dari sebelumnya Level II atau Waspada. Peningkatan status ini mendorong BPBD untuk memperketat imbauan keselamatan. "Kami minta nelayan, wisatawan, dan warga agar tidak mendekati kawasan GAK, karena khawatir terdampak bebatuan pijar. Petugas merekomendasikan radius lima kilometer dari gunung," tegas Acep Firmansyah.

Warga Sudah Terbiasa, Namun Tetap Waspada

Suherman, warga Labuan Pandeglang, mengaku bersama pedagang lainnya tetap beraktivitas seperti biasa karena sudah terbiasa dengan peningkatan erupsi GAK. Namun, ia mengingatkan agar tidak lengah. "Kami tetap tenang, namun tetap waspada, serta jangan sampai terulang kembali tsunami 2018 hingga ratusan orang meninggal dan ribuan orang mengungsi," katanya. Tsunami Selat Sunda pada Desember 2018 lalu memang menjadi pelajaran berharga bagi warga pesisir.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga