Wilayah Eropa saat ini dilanda panas ekstrem. Inggris mencatatkan suhu terpanas dalam sejarah bulan ini, memecahkan rekor sebelumnya yang bertahan selama 50 tahun. Otoritas Inggris mencatat suhu di Inggris selatan mencapai 35,8 derajat Celcius, melampaui rekor 35,6 derajat Celcius pada tahun 1976.
Rekor Suhu Berturut-turut
Ini adalah bulan kedua berturut-turut Inggris memecahkan rekor suhu historis. Para ilmuwan memperingatkan bahwa perubahan iklim membuat peristiwa cuaca ekstrem seperti gelombang panas menjadi lebih sering dan intens. Kantor Meteorologi Inggris melaporkan suhu sementara 35,8 derajat Celcius tercatat di Wiggonholt, barat daya London, dan angka itu diyakini dapat terlampaui seiring masuknya data lebih lanjut.
Sebelumnya, rekor dipecahkan dengan suhu 35,7 derajat Celcius di dekat Bandara Gatwick, selatan London. Kantor Meteorologi Inggris telah mengeluarkan peringatan merah "panas ekstrem" yang jarang terjadi untuk sebagian wilayah tengah dan selatan Inggris dan Wales, berlaku untuk Rabu dan Kamis, dan diperpanjang hingga menjelang tengah malam.
Dampak pada Pendidikan dan Transportasi
Ratusan sekolah sebagian atau seluruhnya ditutup selama puncak gelombang panas. Guru dan orang tua menyatakan kekhawatiran bahwa bangunan sekolah tua di Inggris tidak siap menghadapi musim panas yang lebih hangat. Panas ekstrem juga berdampak pada layanan kereta api. Perusahaan kereta api terpaksa mengurangi layanan untuk mengantisipasi gangguan infrastruktur akibat panas dan mendesak penumpang untuk tidak bepergian kecuali jika diperlukan.
Kesaksian Warga: Perjuangan Tanpa AC
Warga London, Yana Markevich, mengatakan bahwa tinggal di apartemennya tanpa pendingin udara adalah "perjuangan". Ia telah meluncurkan petisi untuk melonggarkan peraturan bagi beberapa pemilik rumah agar dapat memasang pendingin udara, yang masih jarang ditemukan di rumah-rumah di Inggris. "Saya pikir cepat atau lambat Inggris harus menerima bahwa pendinginan yang layak menjadi bagian dari standar perumahan dasar," kata Markevich kepada AFP.
Markevich telah memasang AC portabel dan menutup jendela sebagai persiapan menghadapi gelombang panas. Di Museum Zoologi Grant, University College London, kurator Tannis Davidson mengatakan para peneliti sedang mempertimbangkan untuk "mengosongkan" stoples secara preventif setelah satu stoples spesimen pecah karena panas tahun lalu. "Ini adalah warisan budaya kolektif kita yang harus kita khawatirkan, bukan hanya sekadar hidup (di tengah panas)," kata Davidson kepada AFP.
Seruan Aksi Iklim
Kelompok kampanye lingkungan Greenpeace UK menyerukan pemerintah untuk "mengurangi ketergantungan kita pada bahan bakar fosil". Angharad Hopkinson dari Greenpeace UK mengatakan, "Musim panas tahun '76 mungkin terukir dalam ingatan bangsa, tetapi dengan cepat digantikan oleh gelombang panas yang bahkan lebih mengerikan."
Dalam sebuah laporan yang diterbitkan pada hari Rabu, para ahli di Komite Perubahan Iklim memperingatkan pemerintah bahwa Inggris membutuhkan transisi yang lebih cepat ke mobil listrik dan pompa panas untuk memenuhi target emisi tahun 2030. Gelombang panas ini menjadi pengingat akan urgensi aksi iklim di tengah peningkatan frekuensi cuaca ekstrem.



