TEHERAN, Nusantara Daily - Sumber militer Iran menuding Israel berada di balik serangan drone yang baru-baru ini terjadi di Uni Emirat Arab (UEA). Tudingan ini muncul setelah Kementerian Pertahanan UEA pada 17 Mei 2026 mengumumkan bahwa sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat tiga drone yang memasuki wilayah udara negara tersebut dari arah perbatasan barat.
Kronologi Serangan Drone
Dalam pernyataannya, Kementerian Pertahanan UEA menyebut dua dari tiga drone berhasil dihancurkan. Sementara itu, satu drone lainnya jatuh dan menghantam generator listrik di luar area utama Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Barakah di wilayah Al Dhafra. Insiden ini menambah ketegangan di kawasan Timur Tengah yang sudah memanas.
Reaksi Iran
Sumber militer Iran yang tidak disebutkan namanya langsung menuding Israel sebagai dalang serangan ini. Tudingan tersebut didasarkan pada analisis intelijen Iran yang menyebutkan bahwa pola serangan mirip dengan operasi-operasi sebelumnya yang dikaitkan dengan Israel. Namun, hingga saat ini belum ada bukti konkret yang diajukan untuk mendukung klaim tersebut.
Sikap UEA
Berbeda dari beberapa insiden sebelumnya, pemerintah UEA kali ini tidak secara langsung menyebut Iran sebagai sumber serangan drone. UEA hanya menyebutkan bahwa drone diluncurkan dari arah Irak. Hal ini memicu spekulasi bahwa UEA mungkin berusaha meredam eskalasi konflik dengan Iran. Sebelumnya, UEA sering menuding milisi pro-Iran di Irak sebagai pelaku serangan.
Dampak Serangan
Serangan ini menyebabkan kerusakan pada generator listrik di PLTN Barakah, meskipun tidak mengganggu operasi utama pembangkit. PLTN Barakah merupakan proyek energi nuklir pertama di dunia Arab dan menjadi simbol ambisi energi UEA. Insiden ini menimbulkan kekhawatiran akan keamanan infrastruktur vital di kawasan tersebut.
Pemerintah UEA telah meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat sistem pertahanan udaranya. Sementara itu, komunitas internasional mendesak semua pihak untuk menahan diri dan menghindari tindakan yang dapat memperburuk situasi.



