IRGC: Agresi Baru ke Iran Bisa Perluas Konflik di Luar Timur Tengah
IRGC: Agresi Baru ke Iran Bisa Perluas Konflik

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengeluarkan peringatan keras bahwa setiap agresi baru terhadap Iran dapat memicu perluasan konflik hingga melampaui kawasan Timur Tengah. Peringatan ini disampaikan sebagai respons terhadap apa yang mereka sebut sebagai ancaman baru dari Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Pernyataan Resmi IRGC

Dalam pernyataan resmi yang dilansir oleh Tasnim News pada Rabu (20/5/2026), IRGC menegaskan bahwa Iran belum mengerahkan seluruh kemampuan militernya dalam konfrontasi sebelumnya. Mereka menyebut musuh Amerika-Israel gagal mengambil pelajaran dari kekalahan strategis yang berulang terhadap Revolusi Islam.

"Musuh Amerika-Israel, yang gagal mengambil pelajaran dari kekalahan strategis mereka yang berulang terhadap Revolusi Islam, kembali menggunakan ancaman," demikian bunyi pernyataan IRGC.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Potensi Eskalasi Konflik

IRGC menekankan bahwa setiap tindakan agresif baru berpotensi memperluas cakupan konflik, tidak hanya terbatas di Timur Tengah. Peringatan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dengan AS dan Israel. Sebelumnya, Iran juga telah memperingatkan AS bahwa jika perang pecah lagi, akan ada "kejutan yang lebih besar".

  • IRGC menyatakan Iran belum menggunakan seluruh kemampuan militernya.
  • Ancaman baru dari AS dan Israel dinilai sebagai pengulangan kesalahan strategis.
  • Konflik berpotensi meluas melampaui Timur Tengah jika terjadi agresi.

Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa Iran siap merespons secara lebih besar jika terjadi serangan. Situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah terus memanas, dengan berbagai pihak saling melontarkan ancaman.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga